pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Buruh Terbaik Malaysia Berstatus Warga Gowa

GOWA, BKM — Syamsul Kamar Kadang asal Tombolo, Dusun Lassa, Kecamatan Bontolempangan masuk nominasi terbaik IMWA (Indonesia Migrant Workers Award) 2015. IMWA diikuti sejumlah pekerja migran, dua nominasi terbaik berasal dari Kabupaten Gowa.
Syamsul Kamar berhasil meraih peringkat ketiga penghargaan IMWA 2015 untuk kategori buruh perkebunan sawit terbaik. Prestasi itu berasal dari negeri Jiran, Malaysia. Award ini diperoleh melalui ajang IMWA yang baru-baru ini digelar di Hotel Hilton, Kuching, Sarawak Malaysia selama tiga hari sejak 9-11 April 2016. Penghargaan ini diterima langsung Syamsul Kamar Kadang didampingi Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni bersama Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gowa, H Syamsuddin Bidol serta Kabag Humas dan Protokol Setkab Gowa, Andi Tenri Tahri.
Plakat IMWA tersebut kemudian diserahkan secara resmi oleh Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni kepada Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dalam rangkaian upacara Hari Kesadaran Nasional di lapangan upacara kantor Pemkab Gowa, Senin (18/4) pagi.
Perhelatan IMWA ini digagas dan dilaksanakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching. Acara ini untuk memberi apresiasi kepada buruh migran Indonesia yang bekerja di sektor manufaktur, konstruksi, perkebunan sawit dan perkayuan yang dinilai terbaik selama mereka bekerja di Sarawak.
Syamsul Kamar dianggap layak untuk masuk kategori terbaik tiga hasil dari penilaian para buruh yang dititikberatkan pada aspek penilaian yang dilihat berdasarkan kinerjanya selama bekerja di perusahaan, kelengkapan administrasi dan prosedur, ketika pertama kali datang ke Sarawak. Selain itu dilihat masa kerja, kemampuan akademis dasar dan pengetahuan umum mengenai keselamatan kerja dan peraturan perburuhan di Sarawak (Malaysia) dan Indonesia.
Panitia IMWA melakukan penilaian kepada para calon pemenang setelah buruh migran Indonesia itu dinominasikan oleh perusahaan tempatnya bekerja sebagai pemenang. Penilaian yang dilakukan bersifat independen, para anggota penilai berasal dari berbagai kalangan, antara lain pengusaha, akademisi dan pengajar, mahasiswa, tokoh masyarakat dan staf KJRI Kuching sendiri.
Jahar Gulton, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, mengatakan, keberadaan buruh migran menjadi fokus perhatian pemerintah.
“Ini juga berdasarkan keberangkatan secara legal didukung administrasi dan prosedur lengkap, keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang akan dituju. Sehingga peranan pemerintah kabupaten yang menjadi asal seorang TKI, sangat urgent. Mensosialisasikan keberangkatan dengan jalur resmi, memberi dukungan dan kemudahan kepada calon TKI dalam penyelesaian administrasi merupakan sumbangsih positif pemerintah kabupaten dalam perjalanan seorang TKI ke negara yang akan dituju,” kata Jahar Gulton.
Kadis Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa, H Syamsuddin Bidol juga menyampaikan pesan kepada masyarakat yang akan menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) agar sebaiknya melakukan keberangkatan secara jalur resmi menjadi pilihan terbaik buat mereka yang akan menjadi TKI.
”Memiliki persyaratan administrasi lengkap yang menunjang mereka mendapatkan perusahaan yang tepat di tanah rantau. Kondisi ini juga sekaligus membantu TKI untuk bekerja secara aman, dan tidak ada ketakutan terhadap masalah yang berkaitan dengan pihak migrasi negara tempat mencari kerja,” kata Syamsuddin Bidol. (sar-ril)



×


Buruh Terbaik Malaysia Berstatus Warga Gowa

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar