SENGKANG, BKM — Tingginya curah hujan di hulu Kabupaten Wajo mengakibatkan Sungai Walanae meluap. Akibatnya, ribuan hektar sawah petani di wilayah pesisir sungai Walanae terendam banjir. Untuk menghindari kerugian lebih bayak, para petani terpaksa panen lebih awal.
Di Kecamatan Tanasitolo terdapat lima daerah yang terendam banjir dan hampir pasti bakal gagal panen tahun ini. Di Desa Loa ratusan hektar tanaman padi siap panen terendam sejak lima hari terkahir. Salah seorang petani Syamsu mengakui, untuk meyelamatkan padinya yang terendam, petani terpaksa panen lebih awal. Kendati panen sudah dilakukan, namun petani kembali terkendala alat transportasi pengangkut padi yang sudah dipanen.
“Luapan air sungai sudah terjadi selama lima hari. Saat ini kami terkendala alat pemuat hasil panen. Ratusan petani yang mengalami hal ini sementara perahu yang digunakan sangat terbatas dan berharap bantuan dari pihak terkait,” katanya Rabu (20/4)
Petani lainnya, Andi Aso mengatakan, sungai walanae yang dangkal mengakibatkan air begitu cepat meluap ke lokasi persawahan.
” Kami terpaksa panen dengan kondisi begini seperti yang kita liatmi pak padinya sudah berenang, dari pada tidak ada sama sekali kita ambil jadi kita bantu-membantu lah demi menyelamatkan padi yang kira-kira masih dapat diambil,” paparnya.
Kepala Bandan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Kabupaten Wajo Alamsyah mengatakan, pihaknya telah turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi.
“Sementara dicek di lapangan dan saya tunggu laporannya. Kalau petani butuhkan alat pengangkut akan dipinjamkan perahu karet,” ujar Alamsyah, kemarin. (ilo/C)
Banjir Rendam Ribuan Hektar Sawah
×

