MALILI, BKM — Kabupaten Luwu Timur mendapatkan bantuan pemerintah pusat senilai Rp22 miliar untuk cetak sawah tahun 2016.
Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan, Muharif mengatakan alokasi kegiatan cetak sawah tahun ini seluas 1.400 dengan alokasi anggaran dari APBN.
“Anggaran melalui dana dekonsentrasi Satker Dinas Pertaninan TPH Provinsi Sulsel dan tersebar di 39 kelompok tani, 12 desa dan 5 kecamatan,” ungkapnya.
Bantun tersebar di Kecamatan Burau Desa Lumbewe seluas 46 hektar, Kecamatan Wotu Desa Bahari seluas 30 hektar, Desa Lampenai seluas 179,5 hektar, Desa Bawalipu seluas 27,75 hektar, dan Desa Lera seluas 15 hektar.
Di Kecamatan Malili khususnya Desa Manurung seluas 43,6 hektar, Desa Pasipasi seluas 98 hektar. Kemudian di Kecamatan Wasuponda di Desa Parumpanai seluas 91 hektar.
Di Kecamatan Towuti di Desa Mahalona seluas 171 hektar, Desa Kalosi seluas 157,35 hektar, Desa Libukang Mandiri seluas 155,80 hektar dan di Desa Tole seluas 385 hektar.
“Jika dulu pengelolaan dan pelaksanaan fisik cetak sawah ditangani kelompok tani kini ditangani Direktorat Zeni Mabes TNI-AD dan ditarget selesai Agustus 2016,” katanya.
Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengatakan, pemerintah akan melakukan pemetaan potensi terhadap produk pertanian disetiap kecamatan dan desa berupa master plan.
Hal ini penting dilakukan guna mengetahui potensi yang dapat dikembangkan setiap wilayah agar hasilnya menjadi lebih maksimal.
Ia mencontohkan, misalnya wilayah Kecamatan Mangkutana dan sekitaranya, saat ini memang yang sangat potensial adalah padi. (alp/C)
Dapat Bantuan Rp22 M
×

