PASANGKAYU, BKM — Banjir kiriman yang terjadi sejak sepekan lalu di wilayah Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), telah melumpuhkan sejumlah aktivitas warga. Termasuk aktivitas proses belajar mengajar sejumlah sekolah dasar yang bangunan sekolahnya terendam banjir.
Kondisi tersebut membuat Wakil Bupati (Wabup Matra, Muh Saal prihatin dengan kondisi sekolah yang terendam banjir. Saat meninjau lokasi banjir di Desa Lariang, kepada sejumlah awak media, Muh Saal mengatakan, ini adalah bencana yang tidak bisa dihindari. Karena banjir ini merupakan kiriman dari wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Kabupaten Matra hanya terkena dampaknya.
”Apalagi saat ini, ada empat sekolah dasar yang terendam banjir yang seharusnya saat ini mereka (murid SD, red) melakukan ujian sekolah. Namun itu terhenti karena banjir luapan Sungai Lariang. Hal ini akan kita koordinasikan dengan dinas terkait untuk mencarikan solusi agar anak-anak murid SD ini bisa melaksanakan ujian sekolah tepat waktu.
Muh Saal menambahkan, pihaknya akan segera berkordinasi dengan pihak balai agar bisa segera mencarikan solusi untuk penanganan penguatan dan peninggian tanggul Sungai Lariang. Dengan demikian, daerah tersbeut tidak menjadi langganan banjir. ”Saya akan segera berkoordinasi dengan pihak balai untuk penguatan dan peninggian tanggul, agar daerah ini ke depan tidak lagi menjadi daerah langganan banjir. Karena dalam beberapa bulan ini, sudah dua kali daerah ini dilanda banjir cukup besar,” tegasnya. (ala/mir/c)
Wabup Matra Prihatin
×

