MAKASSAR, BKM — Schneider Electric, perusahaan global dibidang pengelolaan energi dan automasi, menggelar acara bertajuk ‘Solutions World’. Pada acara ini, selain memamerkan teknologi penunjang efisiensi energi terkini dari Schneider Electric, sederetan diskusi interaktif yang mengangkat isu terkini dibidang pengelolaan energi dan automasi juga dihadirkan para pakar energi dari Schneider Electric. Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Schneider Electric Indonesia dengan Politeknik ATI Makassar.
Country President Schneider Electric Indonesia, Riyanto Mashan dan Rana Yusuf Nasir, tampil menjadi pembicara di pembukaan acara Schneider Electric Solutions World di Hotel Four Points Makassar, Selasa (26/4). Riyanto Mashan, menjelaskan, efisiensi energi merupakan sesuatu yang mutlak harus dilakukan, karena isu kelangkaan energi masih menjadi sebuah kendala besar. Bahkan menurut data yang dirilis International Energy Agency, saat ini 1,3 miliar orang atau sekitar 17 persen dari jumlah populasi di seluruh dunia, masih belum memiliki akses terhadap energi, khususnya energi listrik.
Selain itu, arus urbanisasi, digitalisasi, dan industrialisasi semakin mendorong konsumsi energi yang bertambah tinggi. Urbanisasi misalnya, di tahun 2050 diperkirakan perkotaan akan menjadi pusat kehidupan sebagian besar warga dunia, yaitu sejumlah 2,5 miliar jiwa. Era digitalisasi juga membutuhkan energi yang begitu besar, dimana di tahun 2020 diprediksi akan ada 50 miliar perangkat yang saling terkoneksi melalui internet. Begitu pula dengan arus industrialisasi, dipercaya akan menyerap energi 50 persen lebih besar ditahun 2050.
Di Indonesia sendiri, menurut Riyanto, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), rasio elektrifikasi nasional baru mencapai sekitar 86 persen. Itu berarti, sekitar 14 persen masyarakat Indonesia belum dapat menikmati berbagai kemudahan yang diperoleh dari adanya aliran listrik.
Riyanto juga menjelaskan, saat penggunaan energi yang akan terus bertambah dua kali lipat selama 40 tahun ke depan, masyarakat global juga dibebani dengan tanggungjawab untuk mengurangi emisi karbon hingga setengahnya. untuk mencapai keseimbangan tersebut, dibutuhkan upaya efisiensi energi sebesar empat kali lipat dari sekarang.
”Schneider Electric, perusahaan global dibidang pengelolaan energi dan automasi dari Prancis telah berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan energi di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia. Yakni dengan menghasilkan produk yang dapat membantu masyarakat maupun para pelaku industri dapat melakukan penghemataan penggunaan daya listrik di tempatnya masing-masing. Misalnya inverter dan kapasitor. Selain itu, kami juga berkomitmen membantu lembaga pendidikan di Indonesia mulai dari SMK hingga perguruan tinggi dalam mengembangkan teknologi yang bisa melakukan penghematan penggunaan energi listrik,” jelasnya. (mir)
Schneider Dukung Pengembangan Teknologi Elektrik
×

