MAKASSAR, BKM– Sekretaris Kota Makassar, Ibrahim Saleh mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Makassar untuk turunmemantau harga di pasar tradisional di Makassar.
Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecurangan yang dilakukan para pedagang jelang ramadan. Khususnya mengantisipasi adanya tindak kecurangan dengan menimbun kebutuhan pokok.
“Diseperindag harus turun melakukan pemantauan dan inspeksi mendadak ke sejumlah pedagang yang ada di Makassar untuk mecegah terjadinya penimbunan sembako jelang ramadhan. Apalagi saat ini harga sembako di beberapa pasar dikabarkan sudah mulai naik,” kata Ibe saat dihubungi, Minggu (1/5).
Ibe menambahkan, Pemerintah Kota Makassar melalui Disperindag Kota Makassar juga telah membetuk tim khusus untuk memantau aktifitas para pedagang di sejumlah pasar. Para pedagang yang kedapatan dan terbukti melakukan pelanggaran seperti penimbunan sembako harus ditindak tegas.
“Pemkot sudah bentuk tim khusus untuk memantau para pedagang, jadi kalau ada pedagang yang terbukti melakukan penimbunan sembako harus ditindaki dan kalau perlu di pidanakan saja,” tegasnnya.
Terpisah, Kepala Disperindag Kota Makassar, Ismail Tallu Rahim membenarkan jika ia telah membentuk tim untuk memantau aktifitas para pedangang khususnya jelang ramdan. Sasarannya yakni untuk menindaki pedagang yang coba curang dalam berjualan.
“Kami janji kalau tim kami menemukan pedagang yang melakukan kecurangan, khususnya menimbun sembako kami akan pidanakan,” katanya.
Terkait beberapa pedagang di pasar tradisioal yang sudah menaikkan harga sembako meski bulan ramadan masih ada se bulan menurutnya itu biasa saja. Meski demikian, ia tetap mengontrol kenaikan harga sembako yang telah terjadi dan tidak serentak.
“Saat ini memang sudah ada pedagang yang menaikkan harga barang, dan itu wajar jelang ramadan. Tapi kami tetap kontrol,” tambahnya.
Sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghindari kenaikan harga dan kelangkaan stok sembako.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel, Hadi Basalamah menjelaskan, sudah menjadi agenda rutin setiap tahun menjelang ramadan, pihaknya menyiapkan sejumlah permanen sistem. Diantaranya, mengeluarkan surat edaran kepada seluruh bupati/wali kota untuk mempersiapkan langkah-langkah straregis agar stok kebutuhan sembako tetap aman bagi rakyat.
Dia melanjutkan, pihaknya juga melakukan langkah koorsinasi dan membuat perencanaan yang akan dilakukan sekaitan dengan langkah antisipasi yang akan dilakukan untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil.
Hadi melanjutkan, pihaknya juga rutin melakukan pertemuan dengan distributor dan produsen seluruh kebutuhan pokok untuk memastikan stok tetap aman.
Termasuk memastikan kesiapan sarana transportasi dan bongkar muat barang di pelabuhan karena menjadi faktor lancarnya distribusi barang.
Gerakan lain yang dilakukan adalah akan menggelar pasar murah.
“Itu rutin dilakukan jelang Ramadan dan Idul Fitri untuk membantu masyarakat mendapatkan sembako murah,” kata Hadi.
Lebih jauh, Hadi memprediksi, harga kebutuhan pokok dan kondisi stok tidak ada masalah saat pemakaian masyarakat cukup besar.
“Kuncinya pada stok. Kalau ketersediaan aman dan lancar, harganya tidak akan melonjak tinggi,” jelasnya.
Tugas Disperindag juga rutin melakukan pemantauan dan distribusi barang di sentra-sentra penjualan seperti di pasar dan supermaket.
Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan instansi yang berkompeten untuk menjaga kestabilan harga.
Yang terpenting, pihaknya akan menambah stok kebutuhan sembako masyarakat yang diprediksi akan melonjak 10 hingga 15 persen saat Ramadan dan Idul Fitri. (rhm/war)

