MAROS, BKM — Setelah sekian lama terisolir, warga Dusun Berua, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa Maros akhirnya dapat menikmati akses jalur darat yang dibuat oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan programnya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan oleh Dandim 1422 Maros.
Jalur sepanjang 1,5 kilometer ini dibuat atas kerjasama TNI bersama warga setempat selama satu bulan lebih. Dengan adanya jalur darat ini, diharapkan akan membuat Dusun Berua sebagai jantung objek desa wisata Rammang-Rammang bisa lebih tertata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan, Dandim 1422 Maros, Letkol Inf Sunarto saat bersama rombongan saat meninjau lokasi pembuatan jalan, Selasa (3/5). Menurutnya, program TMMD dilaksanakan di Rammang-rammang karena objek wisata ini masih butuh penataan infrastruktur. Selain itu, program TMMD juga menjadi wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Selain jalan yang kita rintis sejauh 1,5 kilo meter ini, kami juga membuat tiga MCK dan satu baruga di dermaga tiga Rammang-Rammang. Untuk jalan, saat ini pengerjaannya sudah 90 persen, sisa diratakan saja. Kami berharap, satu bulan kedepan ini bisa rampung semua program,” paparnya.
Lebih lanjut, Sunarto menjelaskan, selain pembangunan fisik, ia bersama pasukannya juga menggelar bergabai kegiatan selama satu bulan, seperti penyuluhan bela negara. Untuk itu, ia sengaja menempatkan kurang lebih 120 orang prajuritnya bertempat tinggal di rumah-rumah warga selama satu bulan pelaksanaan TMMD ini.
“Jadi bukan hanya pembangunan fisik saja. 120 orang prajurit gabungan dari Darat, Laut dan Udara akan kami tempatkan selama sebulan disini dan membaur bersama warga. Kita sengaja tidak bangun barak, agar nantinya pasukan bisa menginap di rumah-rumah warga,” terangnya.
Sunarto menjelaskan, anggaran program TMMD ini diperoleh dari Komando Astas sebesar Rp203 juta lebih, sementara dari Pemerintah Daerah sebesar Rp727 juta lebih. Anggaran inilah yang akan digunakan dalam program TMMD baik fisik maupun non fisik.
Sementara itu, Wakil Bupati Maros, Harmil Mattotorang yang turut dalam rombongan menyatakan, program TMMD yang diprakarsai oleh Dandim Maros ini sangat membantu program pemerintah. Menurutnya, dengan program fisik yang dikerjakan ini, akan sangat membantu masyarakat dan juga pengembangan objek wisata Rammang-Rammang kedepannya.
“Sinergitas antara TNI dengan Pemerintah seperti inilah yang telah melahirkan program yang bermanfaat bagi rakyat. Pemda sangat terbantu dengan program ini, meski dengan anggaran yang minim, beberapa pekerjaan fisik sudah bisa dirasakan saat ini,” katanya.
Salah seorang warga Dusun Berua, Darwis mengaku sudah lama menginginkan adanya akses jalan darat menuju ke wilayahnya. Selama ini, warga dan pengunjung hanya bisa masuk ke Dusun Berua dengan menggunakan perahu melalui sungai Salenrang.
“Awalnya memang ada keraguan, apakah nantinya dengan adanya akses darat, warga yang menjadikan perahu jolloro sebagai mata pencariannya akan hilang. Tapi setelah dikaji, saya yakin tidak aka nada pengaruhnya. Karena jalur sungai menjadi daya tarik utama di objek wisata ini,” tuturnya.
Program TMMD yang ke 96 tahun 2016 ini dibuka dengan upacara bersama di Lapangan Pallantikang Maros. Rencananya kegiatan yang berakhir pada tanggal 1 Juni 2016 mendatang ini, akan dibarengi dengan berbagai kegiatan seperti kemah kampung karst, aksi sosial, lomba perahu serta kegiatan lainnya. (ari-ril)
TNI Buka Jalur Terisolir di Maros
×

