MAKASSAR, BKM — Ujian Nasional berbasis komputer (UNBK) di Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) 6 Makassar, mengalami penundaan selama tiga jam lebih akibat gangguan di aplikasi informasi teknologi (IT), Senin (9/5).
Sedianya, ujian dilaksanakan pada pukul 07:30 Wita, tetapi tertunda hingga pukul 11:00 Wita untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Gangguan tersebut disebabkan oleh tidak koneknya aplikasi yang dipakai. Apalagi, aplikasi yang digunakan versi terbaru, sehingga mengalami kendala pada soal-soal UN dari Kementerian Pendidikan yang tidak bisa diupload.
Akibat gangguan itu, sebanyak 385 siswa, terlihat gelisah dan hanya berada di areal halaman sekolah.
Selama penundaan UN berlangsung, sebagian siswa memilih untuk memanfaatkan waktu dengan membaca dan kembali mempelajari mata pelajaran yang masuk dalam UN. Tidak jarang, para siswa juga memilih untuk kumpul di kantin sambil cerita menunggu waktu pelaksanaan UN dimulai.
Seperti yang dilakukan Lyvita, siswa SMPN 6 Makassar yang mengaku jika dirinya begitu sangat terganggu dengan waktu pelaksanaan UN yang diundur lebih lama. Apalagi, dia mengaku sudah berada di sekolah sejak pukul 07:00 wita.
“Saya tadi datang di sekolah jam 07:00 Wita pagi, tapi ternyata UN diundur pukul 11:00 wita. Mau tidak mau saya tetap di sekolah, tapi jujur saya merasa terganggu,” aku Lativa usai mengikuti UN, kemarin.
Untuk mengisi waktu yang cukup banyak terbuang, dia menyempatkan mempelajari mata pelajaran yang masuk di naskah soal UN.
“Saya tadi cuma belajar ji saja. Saya harap di hari kedua UN pihak sekolah sudah bisa kembali menormalkan sistim IT di sekolah,” katanya.
Hal yang sama juga dikatakan rekan Lyvita yang tidak mau disebutkan namanya berharap, pihak sekolah sebaiknya untuk tetap siap melaksanakan UNBK, karena penundaan waktu pelaksanaan UN begitu sangat mengganggu dirinya.
“Saya juga terganggu kak, karena kita sudah siap, tapi ternyata waktunya di undur. Pastilah konsentrasi kita juga terganggu,” pungkasnya.
Menyikapi hal itu, Kepsek SMPN 6 Makassar, Munir berjanji, pelaksanaan UN dengan sistem UNBK di hari kedua akan berjalan normal yakni pukul 07:30 wita. Menurutnya, tertundanya waktu pelaksanaan UN disebabkan karena IT yang ada di sekolah belum bisa diubah.
“Memang pelaksanaan UN di hari pertama tertunda. Tapi kami janji besok (hari ini) pelaksanaan UN sudah normal. Kami belum bisa mengubah sistem IT yang ada, jadi itulah kenapa pelaksanaan ini di tunda,” katanya.
Sementara jumlah komputer yang ada di sekolahnya sendiri, kata dia, tercatat sebanyak 140 komputer. Sementara yang terpakai hanya 128 komputer, sisanya dijadikan sebagai cadangan.
Sedangkan jumlah siswa yang akan melaksanakan UN, tambah Munir, sebanyak 385 siswa yang semuanya dinyatakan hadir.
“Dihari pertama semua siswa hadir, saya kembali tekankan besok (hari ini) pelaksanaan UN normal. Saya juga sudah arahkan teman teman IT untuk memperbaiki sistem di komputer,” ucapnya.
Ditanya terkait kurangnya kesiapan dari pihak sekolah khususnya dalam pelaksanaan UN dengan sistem komputer, Munir memilih untuk tidak banyak berkomentar.”Bukan tidak siap, tapi pusat sendiri yang terlambat memberikan informasi kepada kami,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Makassar, Hasbi mengatakan, pengunduruan waktu pelaksanaan UN di hari pertama merupakan kejadian yang sering terjadi. Apalagi, hal tersebut juga disebabkan dari pusat dan bukan kesalahan dari pihak sekolah masing masing.
“Itu biasa saja terjadi, tapi kami harap pelaksanaan di hari kedua semuanya sudah kembali normal. Ini dari pusat, dan kejadian ini bukan hanya terjadi di sekolah yang ada di Makassar tapi di provinsi lain juga mengalami seperti ini,” ujarnya.
Terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, kendala yang dialami dalam pelaksanaan UN ini disebabkan karena aplikasi yang dipakai adalah jenis versi terbaru. Tetapi, sistem aplikasi yang sedikit mengalami kendala itu berakibat pada soal soal UN dari Kementerian Pendidikan yang tidak bisa diupload.”Sistem aplikasi yang dipakai di tahun ini ada yang baru, jadi memang dibutuhkan waktu untuk memperbaiki,” katanya.
Ketua Pelaksana UN, Salam Soba juga mengatakan, kwalitas UN SMP/sederajat tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Beberapa indikator dikemukakan diantaranya distribusi soal yang berjalan lancara tanpa kendala. Selain itu, tidak ditemukan laporan kekurangan soal hingga UN hari pertama berlangsung.
Peserta yang mengikuti UN Berbasis Komputer (UNBK) juga lebih banyak.”Saya melihat pelaksanaan UN tahun ini lebih bagus dibanding tahun lalu,” jelas Salam kepada BKM, kemarin.
UN SMP/Sederajat akan belangsung selama empat hari, 9-12 Mei.
Khusus untuk pelaksanaan UNBK hari pertama, ditemukan beberapa sekolah mengalami gangguan server. Namun persoalan itu bisa disikapi secara cepat oleh panitia sehingga tidak mempengaruhi ujian secara keseluruhan.
Seperti yang terjadi di SMPN 6, SMPN 12, SMP Nusantara, MTsN Model, dan Makassar Internasional School-MIS.
Akibat gangguan tersebut, pelaksanaan UN ada yang molor hingga satu jam.
Namun Salam mengaku pihaknya belum menerima laporan jika ada persoalan teknis yang dihadapi peserta UNBK.
“Kami belum terima laporan jika ada persoalan. Namun syukurlah jika panitia lokal mampu bertindak cepat mengatasi persoalan yang terjadi,” pungkasnya.(arf-rhm/war)

