PASANGKAYU, BKM — Walau sempat surut beberapa hari, luapan banjir Sungai Lariang kembali menggenangi bangunan sekolah SDN Kalukumbeo di Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Akibatnya, ratusan siswa terpaksa kembali diliburkan.
Banjir luapan Sungai Lariang yang terjadi sejak awal april lalu sempat surut. Namun Senin siang, banjir luapan Sungai Lariang kembali terjadi dan merendam bangunan sekolah di SDN Kalukumbeo setinggi 40 centimeter. Akibatnya, ratusan siswa di sekolah tersebut terpaksa kembali diliburkan.
Walau sempat melakukan proses belajar mengajar di sekolah SDN Kalukumbeo, ratusan siswa terpaksa dipulangkan lebih awal oleh pihak sekolah karena kawatir banjir luapan Sungai Lariang yang kembali terjadi kini telah mencapai ketinggian 40 centimeter. Sementara pihak sekolah mengaku telah meliburkan siswanya sejak tiga minggu akibat banjir luapan Sungai Lariang yang terjadi sejak awal April lalu.
Namun karena banjir luapan Sungai Lariang yang kembali terjadi, pihak sekolah terpaksa kembali meliburkan siswanya tanpa batas waktu yang ditentukan. Suarda, guru SDN Kalukumbeo mengatakan, sudah tiga minggu siswa diliburkan akibat banjir, sementara banjir yang kembali terjadi ini juga sangat menganggu murid kelas 1 sampai kelas 5 yang akan melakukan ujian penaikan kelas.
Sementara Wakil Bupati Matra, Muh Saal yang dikonfirmasi disela-sela kunjungannya yang memantau warga korban banjir di Dusun Parappe, mengatakan, pelaksanaan ujian yang dalam waktu dekat bagi anak-anak sekolah dasar ini tidak boleh tertunda. ”Kalau ada sekolah yang masih terendam banjir luapan Sungai Lariang ini akan dicarikan alternatif lain agar proses ujian sekolah bisa berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan,” katanya. (ala/mir/c)
Banjir Sungai Lariang Kembali Genangi Bangunan Sekolah
×

