SIDRAP, BKM–Hubungan Bupati Sidrap, H Rusdi Masse dengan Wakil Bupati, H Dollah Mando diisukan retak sejak beberapa pekan terakhir. Keduanya dikabarkan tak lagi harmonis dalam menjalankan roda pemerintahan yang tersisa 2,5 tahun lagi.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan hubungan pasangan dengan tagline Rido ini sudah bersama selama 7 tahun 4 bulan. Keretakan terjadi menyusul sikap Dollah Mando yang dinilai tak lagi fokus mengurus pemerintahan dan memilih melakukan manuver politik menuju Pilbup Sidrap, 2018 mendatang.
Sikap politik inilah memicu amarah bagi Rusdi Masse (RMS). Sejumlah orang dekat RMS mengakui isu keretakan hubungan keduanya. RMS merasa ‘dikhianati’ dengan langkah politik Dollah juga dianggap terlalu dini. “Iya benar. Ada beberapa poin jadi alasan RMS kecewa. Hal ini menjadi pemicu tidak harmonisnya hubungan keduanya,” timpal sumber tersebut.
RSM makin ‘murka’ saat mendapatkan informasi mengenai gaya politik Wabup yang sudah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah pihak termasuk mencari figur pendamping di Pilbup. Sementara masa jabatannya sebagai Wabup mendampingi Rusdi masih cukup lama.
Dollah diduga menggunakan fasilitas negara untuk keperluan rencana mencalonkan diri. “Ini merupakan bentuk ‘pengkhianatan’ amanah. Sikap politik yang ambisius dan terlalu dini. Toh, RMS tidak lagi mencalonkan diri. Kenapa harus terburu-buru dan melalaikan tugas sebagai Wabup. Seharusnya, Dollah Mando ‘berguru’ kepada Agus Arifin Nu’mang soal ‘Mappatabe’,” tegas salah seorang kerabat RMS.
Tak hanya itu, RMS juga disebut kecewa karena selama ini, ia selalu menjaga hubungan baik dengan Wabup. Pada berbagai kesempatan Dollah berdalih, dia belum berpikir Pilbup. Bahkan Dollah mulai melakukan upaya perlawanan dengan menggalang dukungan di DPRD untuk ‘menggagalkan’ APBD-P untuk ‘melawan’ RMS. “Terus terang, bupati kecewa. Saat fokus membangun daerah, Wabup malah melakukan ‘gerakan’ yang berimbas pada terganggunya pemerintahan,”tandasnya.
Ketua DPC PBB Sidrap, Muchlis Mustafa mengaku menyayangkan hal itu. Masalah ketidakharmonisan itu tidak terjadi hingga akhir periode keduanya memimpin Sidrap. Sangat disayangkan, jika terjadi keretakan, apalagi waktu Pilkada masih jauh. “Harapan kami bagaimana program pemerintahan menjadi prioritas,”paparnya.
Tanggapan Dolla Mando
WAKIL Bupati Sidrap, Dollah Mando, maupun anggota DPRD Sidrap, Sudarmin, membantah tudingan RMS. Keduanya menepis pembicaraan itu terkait upaya pemboikotan pembahasan APBD-P.
“Tidak ada seperti itu, pembicaraan saya dengan Sudarmin hanya sebatas pembicaraan biasa yang saya tak sadar ternyata direkam oleh seseorang,”tepis Dollah Mando.
Pernyataan yang sama, juga dilontarkan Sudarmin. Legislator Sidrap asal Partai Demokrat itu membantah dirinya “main mata” dengan Dollah untuk menggagalkan pembahasan APBD-P
“Bahwa saya bicara dengan Pak Dollah, itu betul. Tetapi tidak ada pembicaraan saya hendak menggagalkan pembahasan APBD-P,” aku Sudarmin.
Dolla juga menilai sejumlah keputusan yang diambil RMS sebagai sesuatu yang tidak wajar. Menurutnya, apa yang disampaikan RMS kepada publik maupun pimpinan SKPD seharusnya tidak terjadi jika masing-masing mengedepankan komunikasi. “Bupatikan atasan wabup, sehingga kalau ada yang kurang maka bupati dapat memberitau wabup,”ujar Dollah seperti yang ditirukan kerabatnya kemarin.
Akibat komunikasi yang terputus membuat kedua petinggi di kabupaten Sidrap ini baku “bombe”. “Betul saat ini ketidakharmonisan yang muncul karena diantara keduanya tidak pernah saling komunikasi. Pak Wabup juga tak tau apa kesalahannya. Seharusnya kalau bupati merasa tidak nyaman tegurlah wabup. Tapi jangan sampai naik dimedia. itu yang bapak sesalkan,”jelas sumber itu.
Soal peluang kembali rujuk, sumber ini memberi kesan agak sulit lantaran sudah amsuk ranah politik. “Kalau disebut bersosialisasi jelang Pilkada, UU saja memberi ruang untuk itu. Hak setiap warga negara negara. Termasuk istri pak bupati sendiri,”pungkasnya.
(ady/rif/b)

