pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Fokus Teliti Periodontologi

MELAKUKAN penelitian bagi seorang dokter muda seperti Annisa Wicita, menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Apalagi saat ini ia tengah menjalani praktik pada salah satu rumah sakit di Makassar.
Bukan tanpa alasan cewek yang akrab disapa Cita ini cenderung meneliti. Ia sebelumnya menjadi salah satu dari empat orang dari Fakultas Kedokteran Gigi yang berangkat ke Universitas Okayama, Jepang untuk pertukaran pelajar serta bekerja sama melakukan penelitian.
Secara tidak langsung, cewek kelahiran Makassar, 2 Oktober 1993 inipun kemudian menjadi duta dokter gigi yang mempromosikan Okayama di Indonesia.
Padahal dulunya, putri pasangan Mustain Lahafi dan Nursiah ini mengindam-idamkan melanjutkan kuliah di ilmu komunikasi. Ketertarikannya itu sejak Cita duduk di bangku Sekolah Menangah Atas (SMA), di mana ia lebih banyak terjun di dunia broadcasting.
”Dulunya mau sekali masuk komunikasi. Karena sejak SMA saya lebih ke broadcasting. Tapi sepertinya garis tangan saya jadi dokter gigi,” ujar Cita saat ditemui di acara Temu Ilmiah Inetrnasional Kedokteran Gigi (TIIKG) 2016 di Hotel Grand Clarion, Makassar, Kamis (19/5).
Cita yang merupakan alumni Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas angkatan 2011 memang hobi membaca buku. Saking hobinya, ada ribuan koleksi buku yang ia pajang di dalam kamar tidurnya.
Kecerdasan Cita pun tergambar saat ia lulus seleksi jalur prestasi SBMPTN di Unhas. Wajar saja, sebab sewaktu di SMA ia sudah langganan juara satu. Termasuk menjuarai beberapa Olimpiade dan sejumlah prestasi lainnya.
”Saya dulu bebas tes. Pilihan awalnya memang kedokteran gigi. Kenapa saya tidak ambil dokter umum? Karena kakak-kakak saya dokter. Saya tidak mau ikut-ikut mereka. Makanya saya pilih dokter gigi,” tambahnya.
Secara pribadi, anak pensiunan PT IKI (Industri Kapal Indonesia) ini merendah bahwa dirinya berasal dari keluarga biasa-biasa saja. Namun saudara-saudaranya adalah pekerja medis di rumah sakit. Satu lainnya seorang pelaut.
Yang membanggakan bagi Cita, dirinya tidak pernah merepotkan orang tuanya ketika menempuh kuliah di Fakultas Kedokteran.
Kini, Cita tengah fokus meneliti bidang periodontologi yang terkait kesehatan pendukung penjaringan rongga mulut. Awalnya ia memilih meneliti hal ini, ketika bersama pasien yang dikerjakan oleh residen, kemudian join dan ikut pembahasan ilmunya.
Bungsu dari enam bersaudara ini juga menceritakan pengalamannya ketika melakukan studi penelitian di Okayama, Jepang yang merupakan program tahunan dari Unhas..
”Saya ikut selama sebulan melakukan observasi di klinik. Saya lihat apa yang dilakukan, terus mengikuti praktik rumah sakit gigi. Termasuk melihat perkuliahannya seperti apa,” tuturnya.
Kini, Cita berencana melanjutkan studinya di lintas negara Western untuk mengembangkan ilmunya. Meski kiblatnya kedokteran gigi ada di Jepang, namun Cita lebih memilik negara Western karena pendidikan dasar biologi ada di sana. Ia bahkan berencana bekerja di negara tersebut.
”Maunya saya lanjut di Western, karena secara pendidikan dokter sangat bagus di sana. Sekaligus saya ingin jadi tenaga pengajar pada salah satu kampus di sana,” imbuhnay. (ita/rus)



×


Fokus Teliti Periodontologi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar