SIDRAP, BKM — Praktik investasi bodong kembali terungkap di Kabupaten Sidrap. Kali ini pelaku penipuan menggunakan modus penggandaan mata uang asing, seperti dinar Irak, rupiah, perhiasan dan permata palsu serta alat elektronik.
Kasus ini diungkap aparat Polres Sidrap, Kamis dinihari (19/5) sekitar pukul 04.00 Wita. Dalam penggrebekan yang dilakukan polisi, 11 orang jaringan investasi bodong ini, termasuk bos besarnya bernama Ahmad Lusi (44), berhasil digiring ke Mapolres Sidrap, bersama istrinya Andi Asnada (33).
Sementara sembilan anak buahnya yang juga diamankan, masing-masing Baharuddin (50), Arsyad (50), Yunus (49), Kadir (40), H.Darwis (50), Asrul (25), Irwan (25), Nursamad (35) dan Nurhidayat (17).
Penggerebekan berlangsung di rumah Ahmad Lusi, yang sekaligus dijadikan sebagai kantor pusat multi level The New Iraq Dinars di kampung Penanong, Desa Cipotakari Kecamatan Panca Rijang, Sidrap.
Operasi dipimpin langsung Wakapolres, Kompol Apri Prasetya didampingi Kasat Intelkam AKP Fantry Taherong, Kasat Narkoba AKP Adriyan Frederick Kopong, serta Kasat Sabhara AKP Galigo Suryadi.
Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita ribuan barang bukti. Termasuk enam unit mobil mewah seperti Hyundai bernopol DD 1426 VP, Mitsubishi DD 1359 RH, Alphard DP 1073 PZ, Toyota Avanza nopol B 754 KIF, Hyundai nopol DD 625 OC, Hyundai nopol DP 1141 CI, dan Hyundai DD 1031 RJ.
Selain itu, juga ada dua unit sepeda motor. Yakni Yamaha Jupiter bernomor polisi DP 4139 CF dan Yamaha Vixion DP 3069 CP. Termasuk uang tunai Rp175.700,000, 51 unit handphone dan Ipad berbagai merek, 13 buah laptop, serta 4 buku tabungan rekening bank.
BKM/PURMADI
INVESTASI BODONG-Yang paling banyak adalah lembar mata uang asing Dinar Irak, yang jumlahnya ribuan lembar. Perhiasan dan permata palsu, alat elektronik berupa komputer, laptop, handphone dan lain-lain. Juga senjata air softgun, alat pencetak uang, dan ribuan lembar bukti penyetoran nasabah.
Proses penggerebekan sempat berlangsung dramatis. Untuk menuju ke TKP, tepatnya di rumah tersangka, polisi harus melalui rintangan tiga pos penjagaan berlapis.
Penjagaan itu sangat ketat oleh security dan pengawal pribadi sang bos besar Ahmad Lusi. Beberapa kali tim gabungan ini bersitegang dengan petugas security.
Bahkan sempat terjadi adu mulut karena aparat beberapa kali dihalang-halangi masuk ke rumah tersangka utama. Namun, tembakan peringatan membuat nyali para bodyguard Ahmad Lusi ciut.
Terungkapnya kasus penipuan investasi bodong beromset miliaran rupiah ini bermula dari informasi masyarakat yang juga menjadi korban. Kasus ini sudah terendus sejak dua tahun terakhir, namun baru dibongkar setelah banyak warga yang jadi peserta sudah resah tak pernah ‘game’ (istilah jika investasi ini sudah waktunya ditukarkan).
Dalam menjalankan aksinya, pelaku merekrut warga untuk ikut berinvestasi uang rupiah ke mata uang Dinar Irak. Tak hanya itu, korban juga diajak berinvestasi perhiasan palsu berupa permata serta segala macam alat elektronika.
Tak tanggung-tanggung, sindikat penipuan ini sudah memiliki jaringan anggota sebagai peserta mencapai 816 orang. Mereka tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia. Termasuk berbagai kabupaten di Sulsel.
Korban diming-imingi perhitungan keuntungan investasi mata uang asing. Caranya, peserta diajak membeli atau menanam modal dengan mata uang Dinar Iraq. Misalnya, modal korban Rp2 juta, dinilai dengan uang Irak sebesar 41.800 Dinar, dengan nilai tukar Rp47.840 per dinar.
Dalam praktiknya, korban ditawari satu paket, misalnya Rp100 per dinar itu hasil gamenya bisa 41.800, dikali 100 dengan hasil keuntungan Rp4.180.000.
Ada juga tawaran paket 2, yakni Rp1.000 dikali 41.800 Dinar, maka hasil keuntungan Rp41.800.000. Dengan demikian jika 1 Dinar Irak, maka sama dengan 1 USD atau 1 set koleksi eksklusif ini bernilai USD 41.800 dengan keuntungan investasi mencapai Rp400 juta.
Disini, inti modus sindikat investasi bodong ini, peserta hanya menunggu nilai tukar Dinar Irak menguat tinggi hingga antara rata-rata Rp30 ribu per Dinar hingga Rp41 ribu per Dinar.
Kapolres Sidrap, AKBP Anggi Naulifar Siregar menjelaskan, dari aksi penipuan yang dilakukan oleh Ahmad Lusi Cs menyebabkan kerugian nasabah sampai puluhan miliar rupiah.
“Ini data laporan awal korban. Investasi ini ditengarai bodong dan operasinya sudah berlangsung puluhan tahun. Saat ini para tersangka, termasuk barang bukti telah disita dan diberi police line untuk selanjutnya diamankan di Polres Sidrap guna pengusutan lebih lanjut,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Kasat Intelkam AKP Fantry Taherong menambahkan, kasus ini sudah diendus sejak dua tahun terakhir. Namun aparat pada saat itu belum memiliki bukti permulaan yang cukup untuk menangkap tersangka.
“Sudah lama kita target ini kasus. Namun sebelum digerebek, kami intai aktifitasnya selama sepekan. Setelah cukup bukti dan laporan korban, barulah kita bergerak. Barang bukti lengkapnya masih diinvetarisasi dan sudah diserahkan penyidikannya ke reksrim,” lontarnya.
Sementara Kasat Reskrim, AKP Chandra Yudah Pranata menambahkan, kasus ini masih terus didalami penyidik. Karena sindikat ini memiliki jaringan dari Surabaya, Jawa Timur hingga Jakarta.
“Investasi ini, menukar uang rupaih dengan Dinar Irak di Jakarta. Kemudian pelaku mengajak korban berinvestasi dengan iming-iming keuntungan lumayan menggiurkan. Korbannya baru kita data. Katanya sudah ribuan orang yang masuk menjadi peserta jaringan investasi bodong ini,” tegasnya. (ady/rus/a)
Ratusan Nasabah Tertipu Investasi Asing Bodong
×

