MAMUJU, BKM — Beberapa waktu lalu, Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh memprogramkan pendirian sekolah menengah atas (SMA) bagi orang miskin di Provinsi Sulbar. Sesuai namanya SMA miskin, maka sekolah ini akan menampung anak-anak yang sudah tamat SMP dan ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA namun orangtuanya tidak mampu atau miskin.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulbar, Musakkir Kulasse, di ruang kerjanya, Selasa (24/5), pihaknya sangat merespon program yang dicanangkan gubernur Sulbar. Sebagai tindak lanjutnya, Dinas Diknas Sulbar telah melakukan peninjauan ke Bali. Di Bali, rombongan Diknas Sulbar melihat lokasi dan sistem operasional sekolah miskin di daerah tersebut.
”Dalam proses penjaringan untuk masuk sekolah tersebut, dilakukan peninjauan terlebih dahulu dengan turun langsung melakukan survei. Hal ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi orangtua dan kehidupan anak-anak yang masuk kategori miskin,” kata Musakkir Kulasse.
Jadi dalam melakukan pemantauan, tambah Musakkir, pihak Diknas Bali melibatkan tim survei yang terdiri dari LSM dan wartawan. ”Ketika program ini nanti diterapkan di Sulbar, maka tentuk kita akan melakukan hal serupa. Dalam proses penerimaa siswa miskin, tidak ada intervensi dari pemerintah,” tegas Musakkir.
Program SMA bagi keluarga miskin ini akan mulai diterapkan di Provinsi Sulbar pada tahun ajaran 2017 mendatang. Untuk tahap awal penerapan SMA bagi keluarga miskin, akan dibangun sebanyak enam kelas. Dari enam kelas tersebut, nantinya akan menerima 75 orang siswa. ”Untuk merealisasikannya, kami akan mengusulkan anggaran sebanyak Rp7 miliar. Dana ini akan digunakan untuk membiayai pembangunan ruang kelas dan biaya operasional bagi para siswa. Tapi ini di luar dari tenaga gurunya,” terang,” ujar Musakkir seraya menambahkan, rencana pembukaan kelas untuk SMA keluarga miskin ini akan dilakukan ekspose di hadapan anggota DPRD Sulbar.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulbar, Hamzah Hapati Hasan telah merespon dari awal program ini. Untuk itu, ia berjanji akan mengawal program ini. Terutama mengenai anggaranya di dewan Sulbar, supaya bisa terakomodir dalam APBD Sulbar. ”Kami sangat mendukung program yang digagas gubernur Sulbar ini. Kami sangat merespon terhadap sekolah unggulan bagi anak-anak miskin. Salah satunya program yang dilakukan gubernur ini adalah salah satu program yang mulia,” katanya.
2017, Pemprov Hadirkan SMA Warga Miskin
×

