ENREKANG, BKM — Hujan deras sepekan terakhir mengakibatkan terjadinya longosor susulan di Desa Parombean, Senin (24/5). Wilayah Dusun Liba yang merupakan kampung pertama saat memasuki Desa Parombean, kini mulai bergeser tanahnya ke sungai yang berada di sekitar daerah tersebut.
Sebelumnya juga, terjadi longsor susulan pada bagian titik longsor awal di sekitar Batu Mila gunung Lempo Desa Parombean.
Akibatnya, satu rumah dari 3 rumah mulai di bongkar untuk di pindahkan. Sementara 2 rumah lainnya juga rencananya akan di bongkar untuk menghindari terjadinya longsor susulan. Pasalnya, pada bagian halaman ke 3 rumah termasuk yang telah di bongkar sudah mulai retak-retak.
Sebagian tiang penopang rumah telah patah akibat bergeserya halaman rumah ke bawah jurang. Jika longsor berlanjut maka Desa Parombean akan terisolir. Pasalnya, hanya di tempat itu jalur satu-satunya yang dapat dilalui dengan menggunakan kenderaan roda empat.
“Kalau sampai longsornya bergeser lagi, jalan juga tertutup. Hanya itu jalan desa yang dapat dilalui masuk Parombean,” kata Suardi Ito warga Desa Parombean.
Sementara itu 8 jiwa yang berada di rumah yang kini telah dibongkar, sejak Sabtu lalu dan diungsikan ke rumah keluarganya untuk sementara sambil mencari lokasi tempat didirikan kembali rumahnya.
“Dibongkar saja dulu dari pada tambah rusak. Kita belum tau mau pindah kemana,” kata Damri.
Kepala Desa Parombean, Abdurrahman mengatakan, hingga kini jumlah pengungsi di posko tidak ada yang berubah. “Hanya saja, ada memang beberapa kepala keluarga yang kembali ke rumahnya. Tapi, mereka tetap dihitung sebagai korban pengungsi karena pada saat hujan maka mereka akan kembali ke posko,” jelasnya. (her/C)
Longsor Susulan, 8 Jiwa Diungsikan
×

