pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tersangka Pembunuh Ketua Yayasan Pesantren Al-bana Asing Dibekuk Polisi

MAMUJU, BKM — Kasus pembunuhan Haji Bana, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-bana Asing yang terjadi awal Mei lalu di Kecamatan Baras Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), akhirnya terungkap. Tim gabungan yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Matra membekuk kedua pelaku pembunuhan didua tempat terpisah, berikut barang bukti dua buah parang panjang dan sebuah linggis yang diduga digunakan tersangka menghabisi korbannya.
Kasus pembunuhan yang terjadi awal Mei lalu di Pondok Pesantren Al-bana Asing cukup menghebohkan warga dan siswa-siswi penghuni pondok pesantren saat pemilik yayasan bernama Haji Bana’ ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam kamarnya. Sementara korban saat ditemukan terbujur kaku dan mengalami luka bacokan dibagian kepala dan pelipis mata akibat terkena sabetan senjata tajam.
Dari hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian Polres Matra, kedua tersangka yakni WR berumur 12 tahun dan PR 13 tahun. Keduanya adalah anak didik di Pesantren Al-bana’ Asing yang masih duduk dibangku kelas 1 dan. Keduanya dibekuk didua tempat terpisah. Wr dibekuk polisi di Pondok Pesantren Al-bana’ Asing. Dari hasil keterangan tersangka WR, selanjutnya PR yang diduga sebagi otak kasus pembunuhan Haji Bana’, dibekuk di Kecamatan Sarudu saat tengah berlibur. Dari tangan kedua tersangka, polisi berhasil mengamankan dua buah parang panjang dan sebuah linggis yang diduga akan digunakan tersangka menghabisi korbannya.
AKBP Yanuar Widianto, Kapolres Mamuju Utara yang dikonfirmasi awak media mengatakan, sementara ada dua tersangka yang diamankan serta barang bukti dua buah parang panjang untuk kepentingan penyidikan. Sementara untuk motif pembunuhan dari hasil olah TKP yang dilakukan tim, pembunuhan tersebut diduga karena tersangka tertangkap basah saat melakukan aksi pencurian. Namun uang hasil pencurian sementara masih dicari karena tersangka belum mengaku uang tersebut disimpan dimana.
Sementara Jumriyah, anak dari Haji Bana’, Ketua Yayasan Pesantren Al-bana Asing, saat dikonfirmasi BKM, mengatakan, kejadiannya diperkirakan sekitar pukul 03.00 wita dinihari saat semua santri tengah terlelap tidur. Sehingga tak satu pun warga santri yang mengetahui kejadian tersebut.
Namun korban ditemukan pagi hari sekitar pukul 09.00 wita, saat Jumriyah mengantar makanan. ”Seketika itu saya langsung meminta pertolongan. Namun saat haji (korban, red) ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan kondisi kepala tertutup bantal dan bersimpah dan mengalami loka di bagian kepala dan pelipis mata,” terangnya. (ala/mir/c)



×


Tersangka Pembunuh Ketua Yayasan Pesantren Al-bana Asing Dibekuk Polisi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar