GOWA, BKM — Puluhan warga yang bermukim di kawasan Jl Syekh Yusuf dan merupakan perbatasan antara Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa dan Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, kembali melakukan aksi menutup poros jalan yang tidak pernah kering dari genangan air tersebut, Senin (30/5).
Puluhan warga yang menamai dirinya dengan nama Forum Masyarakat Batas Kota itu kembali turun ke jalan dan meneriakkan nada protes atas tidak adanya perbaikan jalan yang setiap hari tertutupi genangan air akibat tidak adanya saluran pembuangan pada jalur perbatasan itu.
Koordinator aksi Forum Masyarakat Batas Kota, Syahrul Minwar bersama Koordinator lapangan, Ruslan dg Nappa dalam orasinya di jalanan kemarin mengatakan sudah bertahun-tahun lamanya warga di Jl Syekh Yusuf tersebut terabaikan. Genangan air terus saja menghiasi permukaan jalan umum tersebut sehingga warga setempat terus saja dilanda kegelisahan.
“Kami sudah bersuara kepada Pemerintah Kabupaten Gowa dan pemerintah Kota Makassar namun mereka mengatakan itu adalah tanggungjawab Pemprov. Ini saling tuding lah akhirnya. Kami kasihan sebab sejak jalanan ini begini terus sudah banyak pengendara motor yang terjatuh, kami tidak tahu harus bagaiman mengatasi agar genangan itu hilang dan berganti jalan yang mulus. Semua saluran air buntu,” kata Ruslan Dg Nappa.
Syahrul Minwar menambahkan, selain seringnya terjadi kecelakaan hal lain yang muncul adalah kekuatiran merebaknya ancaman penyakit diare dan semacamnya akibat air genangan yang kotor. Disisi lain genangan juga terbentuk di beberapa titik sehingga memicu serangan penyakit DBD. Itu dibuktikan dengan adanya seorang anak yang tinggal di sekitaran genangan yang kemudian meninggal dunia beberapa hari lalu setelah terserang DBD.
“Perlu diketahui selain karena jalanan ini adalah jalanan umum juga di jalan ini adalah menuju sejumlah kawasan situs sejarah seperti makam Syekh Yusuf dan Masjid Tua Katangka peninggalan era masa lampau. Jalanan ini juga tembus ke makam Sultan Hasanuddin. Makanya kami mengetuk pintu perhatian pemerintah baik Kabupaten Gowa maupun Pemkot Makassar agar segera melakukan perbaikan karena jalanan ini merupakan perbatasan dua wilayah pemerintahan,” terang Syahrul Minwar lagi.
Dia mengakui, warga melalui perwakilannya sudah beberapa kali menyampailan aspirasi tersebut ke DPRD Makassar maupun provinsi namun tidak ada perhatian.
“Sebagai warga kami menuntut hak atas kewajiban kami membayar pajak-pajak setiap item tapi kenapa tidak ada perhatian secuilpun,” terangnya.
Oleh warga setempat, poros jalan ini diblokir dengan memasang sejumlah ban bekas sambil membakarnya. Juga memblokir pakai kayu dan balok serta beberapa benda seperti batu dan lainnya.
Kadis PU Gowa, H Mundoap yang dikonfirmasi terkait itu sebelumnya telah menegaskan bahwa jalur Syekh Yusuf merupakan kewenangan provinsi. Kalau pun Pemkab Gowa diminta ada perhatian maka pihaknya sudah pernah membantu memperbaiki bangunan saluran air yang berada di wilayah pemerintahan Gowa. (sar-ril)
Warga Batas Kota Kembali Tutup Jalan Syekh Yusuf
×

