MENGATUR waktu kuliah dan bekerja tentu bukan hal yang gampang. Sebab kadangkala pekerjaan sangat mengganggu kuliah, apalagi tugas dipekerjaan sangat banyak.
Laporan: ARDHITA ANGGRAENI
Tapi hal itu tidak ada dalam kamus Yama, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini.
Bagi wanita berumur 21 tahun ini, tidak ada orang tidak sukses dalam usia muda, jika tidak berusaha dan berdoa. Prinsipnya Fokus adalah menjadi salah satu prinsip usaha yang diyakini wanita cantik ini untuk memulai dan memajukan usahanya di bidang hijabers.
Bahkan menurutnya, mengatur waktu saat kuliah sambil bekerja dapat dilakukan meski memang terasa sulit.
“Mengatur wantu antara bekerja dan bekerja memang gampang-gampang sulit dan butuh kesabaran. Di bulan pertama memang sangat terasa antara mengurus tugas kuliah dengan pesanan orang untuk membeli hijab maupun baju muslimah. Tapi itu semua bisa dilalui dengan baik,” kata Yama.
Di depan penulis, Yama mengaku, keinginannya untuk berusaha di dunia hijabers karena melihat banyak wanita muslimah di Kota Makassar dan sejumlah kabupaten/kota lainnya di Sulsel mulai mencari tren-tren terbaru hijab, mukenah. Bahkan, tidak hanya kaum wanita, kaum pria-pun mulai mencari baju-baju koko yang tren setiap tahun.
Tentunya, peluang bisnis hijab ini sangat menguntungkan dan berpeluang bisnis yang banyak. Termasuk peluang bisnis penjualan hijab melalui sistem online.”Banyak pebisnis hijab online telah sukses dalam menjalani usaha bisnisnya dan hanya memanfaatkan trend busana muslimah dengan hanya membuka bisnis hijab secara online,” ujar wanita cantik ini.
Di kalangan para hijabers, nama Yama memang sudah tidak asing lagi. Bisnis hijabersnya sudah banyak dikenal orang, termasuk yang memesan di luar Kota Makassar.
Lebih jauh, mahasiswi semester 6 ini mengatakan, bisnis hijabers di Bulan Suci Ramadan sangat menjanjikan, sudah banyak persiapan yang dia dilakukan seperti memperbanyak stok banrang berupa hijab, mukenah dan baju koko untuk pria.
“Mukena dan hijab yang saya jual biasanya dapat pesan melalui media sosial. Bahkan persaingan bisnis hijab dan mukenah di bulan Ramadan memang banyak saingan. Meski begitu saya mempunyai kiat tersendiri dalam menjual produknya,” katanya.
Apalagi, jelas dia, setiap bulan Ramadan, dia sudah mempunyai langganan tersendiri yang sudah percaya dengan kualitas produknya.
Selain memiliki bisnis hijabers melalui media sosial atau online, Yama juga memiliki tempat usaha di dalam Karebosi Link dan Pasar Butung.”Stok yang kami pesan tiga kali lipat. Itupun kadang sudah habis sebelum hari Idul Fitri, sehingga biasanya ada penambahan stok. Kalau bicara keuntungan sudah lumayan tidak perlu diketahui keuntungannya karena cukup untuk buka toko baru lagi…hahaha,” ucapnya.(ita/war)

