MAKALE, “BKM”-, Kelanjutan pembangunan Bandar udara Pariwisata di Buttu Kuni kecamatan Mngkendek beberapa bulan terakhir sempat stagnan karena terkendala biaya.
Berita gembira akan kelanjutan pembangunan bandara Mengkendek menemui titik terang setelah tim negosiator dipimpin Wakil Bupati Victor Datuan Batara bersama ketua PMTI Prederik Batong, dan anggota DPR RI Markus Nari, serta tokoh masyarakat Toraja Komjen Pol (Purn) Gories Mere dan Uskup Agung Jhon Liku Ada` konsultasi Menteri Perhubungan Ignatius Jonan Selasa (14/6) lalu bicarakan anggaran akan dikucur kelanjutan pembangunan bandara, terang Victor Datuan kepada “BKM” Rabu (15/6) di Makale.
Mantan Kapolres Tana Toraja ini katakan, menteri perhubungan sudah siapkan anggaran lanjutan pembangunan Bandar Mengkendek, hanya saja anggaran cukup besar harus diperkuat dengan Peraturan Presiden (Perpres) sehingga dimungkinkan diperubahan APBN anggaran untuk bandara Mengkendek sudah terakomodir.
Menindak lanjuti hasil pertemuan dengan Menhub, lajut Victor Datuan, tim negosiator akan melaporkan ke Presiden Joko Widodo tinggal jadwal dan waktu dikondisikan dengan kesiapan Presiden.
Seperti diberikan media ini sebelumnya, pembangunan bandara Buttu Kuni di Mengkendek telah menghabiskan APBN kurang lebih Rp.300 milyar untuk pematangan lahan karena harus membelah 7 gunung dan menimbun 7 lembah.
Terpisah ketua komisi 3 DPRD Tana Toraja Kristian Lambe jelaskan Total anggaran disiapkan dalam APBN pembangunan bandara Mengkendek sekitar 1,4 trilium hingga tuntas, dan tahun 2016 kita berharap diplot anggaran dalam APBN sama tahun sebelumnya.
Sementara biaya pembebasan tanah telah dianggarkan sekitar Rp.40 milyar dari APBD kabupaten dan APBD Provinsi, hanya saja proses pembebasan lahan menuai kasus tindak pidana dan menyeret sejumlah pejabat menjadi tersangka.
Besarnya perhatian masyarakat Toraja kehadiran bandara, lanjut Kristian Lambe, diharapkan kasus dan persoalan tersebut pemda segera turun tangan, termasuk tokoh masyarakat agar tidak ada hambatan kelancaran pembangunan.
Menurut Kristian Lambe, melihat anggaran sekitar Rp.300 milyar sudah habis pembangunan bandara Mengkendek dibanding volume fisik yang ada tentu menjadi pertanyaan, dan membuktikan benarkah anggaran sudah sesuai peruntukannya perlu audit khusus dan cela ini bisa dimanfaatkan aparat penegak hokum (gus).
Lanjutan Pembangunan Bandara Mengkendek Menemui Titik Terang
×

