WATAMPONE, BKM — Aparat penegak hukum nampaknya dibuat tak berkutik dalam menyikapi maraknya tambang ilegal yang tersebar di 27 kecamatan di Kabupaten Bone. Kendati banyak menuai sorotan baik dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan mahasiswa, polisi nampaknya masih enggan mengambil langkah tegas.
Hal ini justru menimbulkan tanda tanya besar ada apa dibalik bungkamnya aparat dalam menyikapi persoalan ini. Padahal sudah jelas adanya aktifitas tambang di tempat yang tidak seharusnya hingga membuat sebagian masyarakat resah.
Saking bebasnya pelaku tambang pun seakan acuh saja. Apalagi mereka mengaku telah mendapat izin dari pemerintah setempat dengan bermodal surat rekomendasi sudah bisa melakukan pengerukan tanpa memikirkan dampak bagi warga sekitar.
“Kami sudah mendapat izin dari camat dan Kades bahkan dari kepolisian juga disampaikan. Selama tidak ada yang keberatan, tidak masalah ” ujar Nasir, salah satu penambang yang ada di Kecamatan Cendrana Kabupaten Bone.
Camat Cendrana saat di konfirmasi, Sabtu (18/6) membantah telah memberikan izin untuk melakukan aktifitas tambang di wilayahnya. Hanya saja dia juga tidak menampik jika adanya tambang yang beroperasi dan tapi dibiarkan dengan alasan mereka juga masyarakat yang butuh makan.
“Kami belum kasih izin meski sebelumnya mereka sudah mengirimkan surat tembusan kepada kami. Karena izin disini memang tidak ada sebagian dari mereka ada yang tetap beraktifitas namun kami biarkan saja soalnya kasian,”ujar Camat. Pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat LIPAN Rustang SW akhir pekan lalu menyesalkan sikap aparat yang terkesan melakukan pembiaran.
“Saya tau ada beberapa tambang yang tidak memiliki izin dan dan hingga kini masih beroperasi tanpa adanya langkah penertiban oleh kepolisian,” jelasnya.
Sebut misalnya di Kecamatan Cendrana, Mare, Barebbo, Lapri dan Lamuru. Polisi yang harusnya melakukan penertiban kok tidak melakukan apa apa.
”Tentu hal ini menimbulkan tanda tanya bagi kita semua terutama masyarakat yang sudah banyak mengaku di resahkan atas adanya tambang ilegal tersebut tapi dibiarkan begtiu saja. Padahal itu bisa mengancam keselamatan warga,” paparnya.
Warga setempat Ahmad mengaku khawatir jika saja apa yang terjadi di Desa Lea juga terjadi di desanya. Karena kondisi pemukiman juga terletak di bantaran sungai. (amr/C)
Aparat Dibuat tak Berkutik
×

