MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar kembali melakukan pertemuan bersama PT Nusantara Infrastruktur untuk membahas rencana pembangunan jembatan layang atau tol dalam kota yang rencananya mulai dikerjakan awal tahun 2017 mendatang.
Pertemuan berlangsung di ruang kerja Wali Kota Makassar di Kantor Balai Kota, Selasa (21/6).
Pertemuan tersebut juga membahas terkait izin dan jalur yang akan dilalui tanpa ada pembebasan lahan.
Hal tersebut yang dikatakan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
Menurut wali kota, sejumlah persiapan telah diselesaikan seperti rancangan gambar ataupun kesediaan finance pembangunan jembatan layang atau tol dalam kota juga telah diselesaikan.
Hanya saja, masih ada beberapa kendala teknis yang masih dalam proses penyelesaian seperti tempat penurunan dan naiknya di jalan tol.
Menurutnya, tahap itulah yang masih menjadi kendala dalam pengeluaran izin yang dimana memiliki dua pandangan baik dari pandangan Pemerintah Kota yang melihat bagaimana Jalan AP Pettarani dan Boulevard kemacetan bisa terurai dengan hadirnya tol dalam kota. Sementara pandangan kedua sesuai dari aturan yang sedikit lebih keras dengan membuat jalur jembatan tol di tempat atau lahan yang kosong.
“Untuk mencari solusi di dua pandangan tersebut saya akan melakukan persentase ke kementrian dengan pandangan yang telah saya gambarkan. Salah satunya, membuat penurunan di lapangan Hertasning dan membuat lingkaran atau putaran di perempatan Jalan Toddopuli – Hertasning – Tamalate agar dapat mengurai kemacetan yang nantinya akan terjadi di sekitar lapangan Hertasning,” ujarnya.
Dia menambahkan, setelah lebaran, Danny akan meminta waktu untuk melakukan persentase ke kementrian untuk pembangunan jalan layang atau tol dalam kota.(arf/war)
Usai Lebaran, Wali Kota Bahas Tol Pettarani
×

