BARRU, BKM — Akibat tak menemukan solusi ditingkat bawah hingga wilayah dari dampak limbah air panas dan debu batubara yang ditimbulkan PLTU Bawasalo Kabupaten Barru. Akhirnya membuat pihak DPRD membawa masalah ini dikonsultasikan ke pihak PLN pusat di Jakarta.
Anggota DPRD Barru Andi Haeruddin, Senin(27/6) menjelaskan dirinya bersama 22 anggota dewan telah berkonsultasi ke PLN pusat lantaran belum memperoleh jalan keluar mengenai limbah air panas yang mematikan ratusan pohon di kawasan mangrove Pantai Bawasalo yang merupakan limbah buangan pihak PLTU.
“Agenda ini yang mendorong kami dari DPRD untuk melakukan konsultasi ke PLN Pusat,” ujarnya.
Humas PT Power Indonesia Gamis yang berusaha dikonfirmasi Selasa tak berhasil. Perusahaan inisebagai salah perusahaan yang berada didalam pengelolaan proyek listrik tenaga uap (PLTU) di Bawasalo di Kabupaten Barru.
Sebelumnya Humas PLN Sulselbantara Hamsyina mengaku masalah limbah air panas sudah diproses sebelum dialirkan.” Untuk masalah ini juga telah dbicarakan bersama antara pihak PLN Sulselbantar dengan DPRD Barru,” jelas Hamsyina
Konsultasi DPRD ke Jakarta tak diikuti dua anggota Fraksi PDIP yakni Arivai Muin dan Andi Darwana. Arivai membenarkan dirinya tak ikut ke Jakarta sehubungan dengan masalah limbah PLTU dan masalah ruko pasar Pekkae yang dilarang diperjualbelikan karena pembangunannya memakai dana pinjaman dari Bank Dunia.
Tapi jika itu benar, berarti masalah itu diluar sepengetahuan dirinya. Makanya kami tidak ikut dalam konsultasi tersebut karena khawatir ada konsultasi diluar dari masalah PLTU dan Ruko itu. Beruntung ada Hasanuddin salah seorang wakil dari Fraksi PDIP yang ikut dalam konsultasi tersebut. (udi/C)
Limbah PLTU Dikonsultasikan ke Pusat
×

