MAKASSAR, BKM–Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Takalar, HM Natsir Ibrahim harus bisa bekerja sama dengan calon bupati yang diusung Golkar yakni Burhanuddin Baharuddin di Pilbup 15 Februari 2017 jika ingin diusung dalam sebuah paket. Hal itu menjadi syarat jika setiap orang yang akan diusung sebagai calon wakil sesuai petunjuk tehnis (juknis) Pilkada di Golkar.
“Iya harus bersedia mendukung program bupati, bukan merecoki. Makanya calon bupati yang akan diusung diminta untuk mangajukan tiga nama calon wakil. Syarat pertama harus dapat bekerjasama, kedua memiliki prestasi atau track rekor yang baik, sementara survei diurutan ketiga,”ujar Ketua DPP Korwil Sulsel, Hamka B Kady di Makassar, Minggu (3/7).
Sebelumnya, DPP Golkar sudah menetapkan Bur sebagai calon bupati dengan tiga pertimbangan yakni sebagai kader militan yang kebetulan jadi bupati. Kedua mempunyai prestasi membangun Takalar serta ketiga memang elektabilitasnya sangat tinggi. “Tiga alasan itu oleh DPP sudah memenuhi persyaratan untuk mengusung Pak Bur. Oleh karena itu tak ada celah maupun tanggapan dari forum yang dipimpin Nurdin Halid saat memutuskan hal tersebut,”ujar Hamka.
Adapun Bur juga sudah mengirim tiga balon wakil ke DPP yakni Nojeng alias Natsir Ibrahim, Nirwan Nasrullah dan Alimuddin.
Terkait adanya syarat bila harus berpaket dengan cabup yang diusung Golkar, Nojeng mengaku mendukung serta memberikan apresiasi. “Kalau memang DPP Golkar memberikan syarat seperti itu, tentu saya siap,”ujar Nojeng yang juga Wabup Takalar ini. Sebelumnya, Nojeng ngotot untuk maju sebagai cabup, apalagi dirinya adalah Ketua DPD II, namun DPP memutuskan lain. “Iya kan namaku juga diusulkan oleh Pincam, lalu disetujui DPD II dan DPD I untuk selanjutnya disurvei oleh DPP,”jelas putra mantan Bupati Takalar dua periode Ibrahim Rewa ini. (jun/rif)
DPP Golkar : Nojeng Harus Bisa Bekerjasama Dengan Bur
×

