USAHA laundry merupakan salah satu bisnis usaha yang telah menjamur di Kota Makassar. Selain harga yang ditawarkan cukup terjangkau, para pengguna jasa laundry juga sudah dapat menggunakan pakaian mereka dengan rapi juga wangi.
Laporan: ARIF AL QADRY
Masyarakat yang memiliki aktifitas yang cukup padat dan sulit meluangkan waktu untuk mencuci pakaian yang sehari hari digunakannya, jasa laundry adalah cara alternatif yang cukup banyak dimanfaatkan masyarakat untuk menjadikan pakaian kembali bersih dengan jangka waktu yang tidak begitu lama.
Tingginya animo masyarakat memanfaatkan jasa laundry terlihat dimana hampir setiap tempat jasa laundry kebanjiran order pencucian pakaian ataupun perabotan. Rata-rata yang dicuci seperti gorden, sperei, selimut, baju, celana hingga sepatu. Orderan yang masuk ke tempat penyedia jasa laundry juga beragam, ada yang hanya satuan seperti jas, tas, sepatu atau ada juga yang kiloan seperti baju, celana dan gorden.
Hanya saja, setiap tempat penyedia jasa laundry memiliki cara yang berbeda beda untuk memilah pakaian para consumer atau pengguna jasa laundry yang datang. Sehingga dipastikan pakaian yang masuk tidak tertukar saat melalui beberapa tahap proses mulai dari pencucian, penyetrikaan dan pemberian parfum hingga ke proses pembungkusan menggunakan plastik bening.
Seperti yang terlihat Win’s Laundry yang terletak di Jalan Pinang Toddopuli 6. Saat penulis menyambangi dan melihat secara langsung setiap proses pengerjaan laundry pakaian, ternyata betul-betul memilah setiap pakaian, celana hingga gorden agar tidak tertukar.
Sebanyak empat karyawan Win’s Laundry memang dipekerjakan untuk memilah pakaian agar mencegah tertukarnya barang antar sesama pemilik.
Di sela sela kesibukannya menghitung pakaian yang ada, Ikhsan (24) salah seorang karyawan Win’s Lanundry mengaku, sudah satu tahun lebih iabekerja di Win’s Laundry sejak awal buka pada tahun 2015 lalu. Berbagai suka dan duka juga telah dia rasa seperti pernah sekali berdebat dengan seorang konsumen yang diduga hendak menipu dengan modus menyimpan barang atau pakaian di Win’s Laundry selama berbulan bulan.
Saat itu, konsumen yang tidak mau menyebut namanya tersebut datang menanyakan barangnya yang disimpan di Win’s Laundry. Sementara Win’s Laundry tetap menyimpan barang tersebut.
“Saya pernah nyaris tertipu dengan orang yang sengaja memasukkan barangnya untuk di laundry yang satu bulan belum juga diambil. Untungnya, barang orang itu kami tetap simpan. Padahal orang tersebut datang dan menuding kalau barangnya hilang dan meminta ganti rugi sebesar Rp10 juta,” ujarnya.
Melihat gerak-gerik konsumen tersebut, Ikhsan meminta menyelesaikan persoalan tersebut ke polisi, mendengar akan diselesaikan di polisi, seketika orang tersebut pergi tanpa mengambil barangnya.
Ikhsan juga menambahkan, karyawan Win’s laundry terlebih dulu menimbang lalu menghitung jumlah pakaian yang dilakukan secara langsung dihadapan pemilik barang. Pakaian yang dihitung dimasukkan ke dalam keranjang plastik yang berukuran tidak cukup besar.
Jumlah pakaian yang terhitung dan berat pakaian semuanya di tulis di dalam nota tiga rangkap yang berwarna putih, merah dan kuning. Nama pemilik serta harga jasa laundry juga tidak lupa dituliskan ke dalam nota.
Nota asli yang berwarna putih diberikan kepada pemilik barang, salinan kedua disimpan untuk pembukuan, sedangkan untuk salinan ke tiga di tempelkan ke keranjang yang telah dihitung menggunakan lakban dan dapat ditempelkan kembali ke mesin pencuci hingga ke proses pembungkusan pakaian.(arf/war)

