MAKASSAR, BKM–Pertemuan silaturahmi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL), para Ketua DPD II dan legislator Partai Golkar se Sulsel dengan ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Setya Novanto (Setnov), dirujab Gubernur Sulsel, Selasa (19/7) malam ini ditengarai menjadi ajang untuk menyampaikan sejumlah uneg-uneg atau curahan hati (curhat) kader partai berlambang pohon beringin rindang.
Informasi yang dikumpulkan koran ini para ketua DPD II akan menyampaikan sejumlah persoalan pasca pelaksanaan Munaslub Golkar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) yang telah melahirkan kepengurusan baru yang dipimpin Setnov. “Para Ketua DPD dan sejumlah legislator Golkar Sulsel kemungkinan besar akan menyampaikan uneg- unegnya kepada pak ketum. Bahkan ada juga kader yang ingin curhat kepak Setnov,”ujar kader Golkar yang minta namanya tidak ditulis.
Politisi Golkar tersebut menyebut sejumlah isi curhat terkait alasan tidak masuknya SYL kestruktur DPP Golkar. Selain itu, curhat juga berkaitan dengan rencana hengkangnya belasan kader Golkar kepartai Nasdem sebagai bentuk kekecewaan atas kabinet Setnov di DPP.
Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel HM Roem membantah bila ajang silaturahmi dengan ketua umum DPP Golkar tersebut akan dimanfaatkan oleh para Ketua DPD II dan legislator Golkar untuk curhat. “Tidaklah, bagaimana mau curhat kalau bukan forum rapat,”ujar Roem, Senin (18/7).
Meski demikian, tentu ada pernyataan dari sejumlah tokoh. “Kan kader Golkar juga perlu ketemu dengan pemimpinnya,”jelas mantan anggota DPR RI ini.
Menurut Roem yang juga Ketua DPRD Sulsel ini, kedatangan Setnov di Sulsel selain untuk silaturahmi dengan kader Golkar dan masyarakat Sulsel juga akan dimanfaatkan untuk menghadiri acara panen di Kabupaten Maros. “Pak Setnov tiba di Makassar pada siang hari sekitar jam 1. Selanjutnya ke Kabupaten Maros. Pada malam hari baru berlangsung acara halal bi halal atau silaturahmi di rujab,”jelasnya.
Soal elit Golkar yang akan mendampingi Setnov selama berada di Makassar, Roem tidak mengetahui secara persis. “Kalau itu saya kurang tau, karena yang diundang pak setnov, jadi terserah beliau siapa yang diajak ke Makassar,”ucapnya.
Soal rencana curhat kader golkar pada Setnov, dosen politik Unibos 45, Dr Arief Wicaksono tak sependapat dengan Roem.
Menurut Arief, potensi curhat itu sangat besar. “Potensi itu sangat jelas, kecuali ada briefing terlebih dahulu oleh Komandan SYL kepada kader Golkar di Sulsel,”ujar Arief. Dijelaskan bila sampai sekarang penyebab tidak masuknya SYL dalam kepengurus DPP pasca Munaslub masih menjadi misteri bagi sebahagian orang, “Meski bagi sebahagian yang lain sudah melihat secara jelas,”pungkas Dekan Sospol Unibos ini. (rif)
Aroma “Curhat” di Silaturahmi SYL dengan Setnov
×

