PALOPO, BKM — Eksekusi lahan seluas 25,5 hektar di Sampoddo, Wara Selatan Kota Palopo, Senin (18/7) memanas. Meski demikian Pengadilan Negeri (PN) Palopo dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI berhasil melakukan eksekusi hingga selesai meski sempat menuai penolakan dari warga setempat.
Juru Sita PN Palopo Ani Bunga didampingi Ketua PN Palopo Albertus Usada membacakan putusan nomor PN Palopo tertanggal 22 Juni 1993 nomor 2/Pdt G/1993/PN Palopo jo/ putusan tinggi PN Makassar dan Putusan MA yang memenangkan penggugat Muh Nur atas tergugat Ali Tanjung Cs yang juga warga Sampoddo Kota Palopo.
Usai membacakan surat eksekusi lahan, satu unit alat berat dikawal aparat Brimob menumbangkan sejumlah tanaman pohon bekaung dan rumah milik anggota TNI Kopral Mahardika dari Kodim Palopo.
Kantor Lurah Sampoddo, Kecamatan Wara Selatan juga rata dengan tanah.
Selama proses ekseksui warga Sampodo hanya bisa berteriak histeris dengan mengumandangkan Allahu Akbar. Bahkan salah seorang warga Hanifa jatuh pingsan dan langsung dibopong anggota Polwan Polres Palopo setelah melihat rumahnya dirubuhkan dengan alat berat.
Untuk menghindari kerumunan massa dan penumpukan kendaraan sekitar lokasi eksekusi, aparat keamanan langsung mengarahkan ratusan kendaraan yang melintas untuk tidak berhenti di area eksekusi. Sementara warga yang terus melakukan perlawanan dengan melemparkan bom molotov ke arah petugas langsung disisir aparat kepolisian dan diamankan di Mapolresta Palopo. Satu unit mobil bus malam sempat terkena serpihan bom molotov hingga mengeluarkan tebal tapi berhasil dipadamkan dan tidak menimbulkan korban.
Kapolres Palopo AKBP Dudung Adijono menuturkan pihaknya menurunkan 700 personil gabungan Brimob Parepare, Brimob Baebunta, Polres Palopo, Polres Luwu dan dari TNI Kodim 1403 Swg Palopo untuk mengamankan jalannya eksekusi.
“Kita turun dengan kekuatan penuh lengkap dengan dua mobil water canon, mobil taktis baracuda dan empat unit alat berat yang digunakan eksekusi,” ujar Dudung, Senin (18/7).
Pascaeksekusi kondisi dilokasi eksekusi berangsur-angsur kondusif. Namun aparat gabungan dari Brimob, Polres Palopo, Polres Luwu dan TNI masih siaga di lokasi eksekusi guna menjaga segala kemungkinan yang akan terjadi (wan/C)

