MAMUJU, BKM — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi corong pencegahan radikalisme dan terorisme agar tidak tumbuh di daerah ini. Sekretaris FKPT Sulbar, Ashari Rauf menyampaikan hal ini saat acara tentang peran masyarakat dalam mencegah radikalisme dan terorisme, belum lama ini.
Menurutnya, radikalisme dan terorisme adalah sebuah gerakan yang bertentangan dengan ajaran agama dan sangat bertolak belakang dari pedoman dan ideologi bangsa Indonesia sesuai harapan dan cita-cita para pejuang kemerdekaan. ”Terorisme itu menjadi musuh bersama. Olehnya itu, semua elemen tanpa terkecuali, mulai dari kalangan pemuda, masyarakat, ormas, LSM, dan lembaga-lembaga lainnya harus jadi corong untuk mencegah radikalisme dan terorisme tumbuh di provinsi ini,” ungkap Ashari.
Ia menyatakan, seluruh komponen bangsa harus merasa terpanggil dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme. Bahkan, ia juga menitip pesan, tidak ada satu agama manapun yang mengajarkan tentang kekerasan. Apalagi membunuh saudara sendiri. ”Perlu dipahami, terorisme adalah serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Sementara radikalisme adalah suatu paham yangdibuat-buat sekelompok orang dengan menggunakan cara-cara kekerasan,” jelas Ashari.
Olehnya, Ashari yang juga pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Mamuju ini berharap, agar semua elemen membangun kesadaran
untuk menangkal dan tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ”Aksi mereka ini mengganggu kestabilan keamanan. Olehnya itu, kesadaran untuk mengawal dan menjaga NKRI ini harus terpatri dengan menangkal gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme di provinsi Malaqbi ini,” ucapnya. (ala/mir/c)
FKPT Ajak Perangi Terorisme
×

