SIDRAP, BKM — Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) bertenaga 70 Megawatt (MW) di Desa Pabbaresseng, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, kini memasuki tahap pembangunan fisik.
Pengerjaan konstruksi fisik proyek yang akan menelan anggaran 2,4 Triliun ini mulai pembangunan tempat yang akan dibangun 30 unit urbin pembangkit listrik.
Kabag Humas Pemkab Sidrap, Ambo Ela Mattiganna, Senin (18/7) mengatakan, dimulainya pengerjaan fisik proyek itu setelah ditandatanganinya MoU Letter of Cooperation pembiayaan proyek Sidrap antara Elizabeth L. Littlefield, Presiden dan CEO Overseas Private Investment Corporation (OPIC) pada April lalu.
“Itu lembaga keuangan pembangunan Amerika Serikat dengan Brian Caffyn, Presiden Direktur PT UPC Sidrap Bayu Energy sebagai perusahaan pembangunan pembangkit,” ungkapnya, kemarin.
Penandatanganan MoU berlangsung di PLN Pusat disaksikan Direktur Utama PLN, Sofyan Basir dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert Blake.
Ambo Ela mengatakan, pembangunan pembangkit tenaga angin itu merupakan suatu wujud keseriusan PLN dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk pengembangan energi terbarukan.
“Listrik yang dihasilkan ini nantinya akan dipasok untuk memenuhi kebutuhan listrik PLN di Sidrap dan sekitarnya,” ungkapnya.
Proyek yang dikembangkan International Independent Power Produser (IPP) UPC Renewables Indonesia, bekerja sama PT Binatek Energy Terbarukan merupakan pembangkit listrik tenaga angin skala besar berikutnya di Indonesia. Proses pembangunannya sudah dimulai tahun 2015 dengan tahap pembebasan lahan, dan dilanjutkan pengadaan seluruh alat-alat.
Selanjutnya, proyek ini akan menyediakan hingga 150 pekerjaan konstruksi. Rencananya, PLTB ini akan menggunakan sebanyak 30 turbin kincir angin yang akan terbangun pada sejumlah titik di wilayah seluas 1 hektare lebih itu yang masing-masing menghasilkan 2,5 MW.
Ambo Ela mengatakan, PLTB tersebut rencananya akan dioperasikan pada Mei 2017. (ady/C)
Konstruksi Fisik Proyek PLTB Mulai Dikerja
×

