pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sejumlah Oknum Masih Coba Temui Kepsek

MAKASSAR, BKM– Di hari pertama pelaksanaan Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) lingkup SMK Negeri 4 Makassar, ternyata masih ditemukan sejumlah oknum yang bermaksud bertemu kepala sekolah (Kepsek) untuk memasukkan calon siswanya ke sekolah tersebut.
Tapi, Kepala SMK Negeri 4 Makassar, Drs Muhammad Jufri MPd, di sela-sela upacara bendera pembukaan MOPDB tersebut mengatakan, kalau dirinya tidak akan mungkin lagi menerima tambahan siswa. Karena itu bisa menjadi pelanggaran aturan yang sudah ada.
”Jadi anak-anakku sekalian adalah orang yang terpilih secara sistem. Nilai hasil ujian anak-anakku yang menentukan kalian berada di sini. Bukan karena ada campur tangan dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan para guru. Jadi kalau ada orang-orang yang mengiming-imingi bisa masuk ke sekolah ini dengan membayar sejumlah uang untuk urusan di dalam, itu tidaklah benar,” tandas Muhammad Jufri saat menjadi Irup upacara bendera yang dirangkaikan pembukaan MOPDB lingkup SMK Negeri 4 Makassar di lapangan upacara sekolah tersebut, Senin kemarin (18/7).
Upacara pembukaan MOPDB itu diikuti seluruh siswa baru, siswa kelas dua dan kelas tiga, para guru dan tenaga tata usaha. Tidak ketinggalan pula para orangtua siswa tampak begitu antusias menyaksikan upacara ini. Terlebih dengan tampilnya salah seorang siswi kelas tiga jurusan akuntansi yang menyampaikan sambutan dalam bahasa Inggris.
Menurut Jufri, pelibatan orangtua siswa dalam mengantar anaknya ke sekolah dihari pertama seperti yang diharapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anis Baswedan, tentunya memiliki makna sangat besar. ”Tidak sekadar mengantar. Tapi ini sebagai wujud penyerahan sebagian tanggung jawab kepada sekolah untuk mendidik anaknya menjadi generasi yang berguna. Ini jangan dimaknai hal kecil,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Jufri juga menyinggung tentang rencana pemberlakuan lima hari belajar di sekolah. Jika program ini dijalankan, maka tentu proses belajar mengajar siswa akan berlangsung selama lima hari atau dari Senin sampai Jumat mulai pukul 07.30 hingga 16.00 wita. Sedangkan dihari Sabtu, para siswa akan mengikuti pembinaan karakter.
”Tapi ini baru sebatas wacana. Jadi saat sekarang, para siswa tetap belajar selama enam hari dari pukul 07.30 sampai 14.00 wita,” katanya.
Berbeda dari pelaksanaan masa orientasi tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini para wakil kepala sekolah dan guru menjadi pengendali langsung kegiatan. Sedangkan para siswa kelas dua dan tiga yang ditunjuk hanya bersifat membantu. Selain itu, dihari terakhir MOPDB atau pada hari Sabtu (23/7), para siswa baru ini akan dibawa ke Linud untuk mengikuti pendidikan bela negara.
”Sehingga para siswa diharapkan dapat melihat dari dekat bagaimana keseharian tugas para prajurit TNI. Sehingga mereka punya jiwa patriotisme yang tinggi,” kata Jufri. (mir)



×


Sejumlah Oknum Masih Coba Temui Kepsek

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar