pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jika Pilbup Takalar Head to Head

MAKASSAR, BKM–Banyaknya partai politik yang akan membangun koalisi besar untuk mengusung pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Burhanuddin Baharuddin – HM Natsir Ibrahim alias Nojeng membuat peluang pertarungan menjadi head to head dengan sang penantang Syamsari Kitta.
Pada Pemilihan bupati (Pilbup) Luwu Utara 2015 lalu, petahana Arifin Junaedi tumbang dari sang penantang Indah Putri Indriyani, demikian pula di Toraja Utara sang petahana Frederik Batti Sorring dilengserkan oleh Kalatiku Paembonan dengan pertarungan head to head.
Politisi PDI Perjuangan Sulsel Rudi Piter Goni (RPG) mengaku kurang sependapat bila kedua daerah diatas yang menggelar Pilbup 2015 lalu dapat menjadi dasar di daerah Takalar lantaran medan pertarungannya berbeda.
Di Pilbup Takalar PDI Perjuangan hampir pasti mengusung pasangan Bur-Nojeng. Hanya saja, RPG tak ingin memastikan dukungan pastainya kepasangan petahana. “Kalau soal dukungan partai biar Pak Iqbal Arifin yang berkomentar, saya tidak dalam kapasitas untuk memberikan keterangan soal dukungan partai”ujar RPG yang kini tercatat sebagai Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel ini, Selasa (26/7).
Soal peluang petahana lebih unggul dari penantang, Dosen politik UIN Alauddin Dr Muhamamd Sabri berpendapat setuju, sepanjang Bur – Nojeng membangun isu baru.
Menurut Sabri, secara normatif hampir semua petahana memenangkan pertarungan, hanya saja harus melihat peta politik ulang, terutama petahana mengkonsolidasikan diri dengan pasangan. “Kalau masih tetap Natsir, maka harus membangun isu baru, sebab masyarakat Takalar membutuhkan sebuah perubahan. Tentu disini antara perubahan dengan status kuo, satu-satunya tantangan status kuo adalah prestasi atau pencitraan,”ujarnya.
Untuk itu, Sabri mengingatkan agar Bur harus mempunya isu baru, “Jangan hanya mengandalkan prestasi atau pencitraan, disisi lain penantang bisa mencari isu baru, jika tidak, maka keberadaan Syamsari punya potensi memutar balik arah dukungan masyarakat, karena masyarakat bisa langsung mengkroscek prestasi petahana. Ini yang akan menjadi pukulan balik.
Hal kedua yang harus dilakukan petahana yakni tidak boleh mengabaikan potensi suara lain diluar Syamsari seperti ketokohan Makmur Sadda, Nirwan Nasrullah, Andi Nurhimka Ola, Sindawa Tarang dan lainnya, sebab kalau mereka berkonsolidasi untuk mengusung isu baru, maka akan menjadi tantangan.
“Saran saya petahana harus membangun inovasi, jangan hanya membangun penonjolan prestasi semata,”pungkas Sabri. (jun/rif)



×


Jika Pilbup Takalar Head to Head

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar