GOWA, BKM — Proyek betonisasi pelebaran Jalan Poros Malino Raya di Kelurahan Romang Lompoa dan Borongloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa terpksa berhenti.
Proyek yang sudah memasuki proses penggalian sedalam 100 cm. Namun pada proses penggalian baru untuk 30-40 cm terpaksa berhenti, lantaran terbentur pipa milik PDAM Tirta Jeneberang Gowa.
“Kita memang harus menghentikan pekerjaan jalan ini meski seharusnya kita menggali hingga kedalaman 100 Cm. Tapi pada kedalaman 35-40 Cm kita terhambat perpipaan PDAM yang tertanam sebelumnya. Kami hentika pekerjaa sebelum ada revisi dari pihak PU Bina Marga Provinsi Sulsel sebagai penanggungjawab proyek jalan ini,” jelas Asrullah, kontraktor pengawas proyek pelebaran jalan dari PT Harfiah, Senin (1/8) kemarin.
Akibat kondisi ini, sejumlah pengguna jalan mulai mengeluh. Mereka mengaku kondisi ini dapat mengakibatkan penyempitan arus lalulintas serta berpotensi menimbulkan kecelakaan lantaran meninggalkan lubang menganga yang membentang di sepanjang jalan.
“Pengerukan pinggir jalan ini sufah lama tapi belum juga dilanjutkan dikerja. Ada yang bilang akan dibeton ada juga yang bilang hanya akan ditimbun dengan sirtu. Kalau cuma sirtu kenapa mesti dikeruk. Tidak ada lagi jalan lain bagi pengguna kendaraan jika kendaraan dua arah berpapasan jadi macet selalu terjadi, apalagi pada sisi kanan jalan pekerjaan trotoar kampus Teknik Unhas juga masih dikerja. Kalau malam cukup bahaya karena bisa-bisa pengendara bisa terperosot ke dalam apalagi kalau malam hari,” kata Dg Sompa salah seorang penjualan di depan lapangan Kertago.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Uumam (PU) Bina Marga Provinsi Sulsel yang dikonfirmasi menjelaskan, proyek terpaksa dihentikan sementara karena terhambat dengan adanya pipa PDAM yang merupakan proyek milik Dinas Tata Ruang Provinsi Sulsel. Menurut pihak Bina Marga, kedalaman pipa yang ditanam hanya sekitar 35- 40 Cm saja, padahal seharusnya ditanam sekitar 1- 1,5 M, untuk ukuran pipa 8 Inci. Jika dipaksakan dilakukan pengerjaan, bisa saja proyek pelebaran jalan tidak maksimal, dan jika dipaksakan digali akan merusak pipa tersebut.
“Sementara ini kami menyarankan dari pihak kontraktor untuk menghentikan sementara proses pekerjaannya. Kami akan mencarikan solusinya dulu, apakah pipa tersebut harus pindahkan atau kedalaman pipanya ditambah,” jelas Kabid Bina Teknik Dinas Bina Marga Provinsi Sulsel, Hasina.
Hanya saja, Hasina mengaku sangat menyesalkan adanya pemasangan pipa PDAM tanpa melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihaknya.
Terpisah, Dirut PDAM Tirta Jeneberang, Hasanuddin Kamal menuding balik bahwa proyek pelebaran jalan tersebut dapat merugikan pihaknya. Adapun pipa jika ingin dipindahkan makan dapat menghambat pendistribusian air berish ke pelanggan mereka.
“Kami juga nda bisa disalahkan begitu saja sebab proyek pipa air bersih ini bukan kami yang kerja. Yang mengerjakan adalah pihak provinsi dan setelah selesai barulah diserahkan kepada kami,” sebut Hasanuddin Kamal. (sar)
Proyek Pelebaran Jalan Poros Malino Terhenti
×

