SIDRAP, BKM — Pemkab Sidrap mematok target menuntaskan angka kemiskinan hingga 2017 mendatang. Artinya memasuki tahun 2018, tidak ada lagi kemikisninan di sana.
Hal ini terungkap saat Bupati Sidrap, H Rusdi Masse melakukan penandatanganan Kesepakatan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD-P di Gedung DPRD Sidrap, Selasa (2/7).
“Kami bertekad, pada 2017 mendatang angka kemiskinan di Sidrap sudah tidak ada lagi. Kan sekarang peringkat kedua terendah di pulau Sulawesi. Makanya, tahun depan kita target terendah pertama di pulau Sulawesi,” tegasnya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sidrap, daerah penghasil beras ini menempati urutan pertama di posisi paling rendah di seluruh kabupaten di Sulsel. Dan urutan kedua terendah tingkat Propinsi di Pulau Sulawesi.
Kepala Bappeda Sidrap, Sudirman Bungi juga mengatakan, Sidrap saat ini diposisi pertama terendah di Sulsel yakni tingkat kemiskinannya mencapai 5,82 persen. Sementara di posisi terendah ke dua ditempati Lutim 7,6 persen dan Wajo 7,7 persen.
Bahkan, 60 persen masyarakat Sidrap, disebutkan tergolong menengah ke atas. Urutan terakhir dengan tingkat kemiskinan tertinggi diduduki Kabupaten Jeneponto dan Pangkep.
“Sesuai target bupati, pada 2017 mendatang kita akan turunkan angka kemiskinan hingga 50 persen. Jadi kemungkinan sisanya masih ada sekitar 2,4 persen. Dan pada 2018 berikutnya, sudah tidak ada lagi angka kemiskinan,” ucapnya.
Sudirman menjelaskan, bahwa penyumbang terbesar untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi di Sidrap adalah datang dari sektor pertanian. Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Sidrap memang menargetkan pendapatan PDRB perkapita penduduk, mencapai Rp30 juta sesuai dengan RPJMD.
“Target itu, sebenarnya sudah kita dapat pada tahun 2015 lalu. Namun perlu ditingkatkan lagi. Selain itu, IPM kita juga naik ke peringkat 7 Sulsel sejak tahun 2012 hingga 2014. Padahal, setiap tahun IPM itu sangat susah untuk naik,” tandasnya. (ady/D)
2018, Tidak Ada Lagi Orang Miskin
×

