LUWU, BKM — Potensi konflik sosial menjadi hal prioritas bagi Polres Luwu. Untuk itu Kapolres Luwu AKBP Ahmad Yanuari Insan mengajak berbagai elemen masyarakat Luwu untuk duduk bersama dalam ruang diskusi dan tak perlu formal.
“Salah satu cara mencegah konflik dengan melakukan koordinasi, duduk bersama untuk berdiskusi” ujar Kapolres saat raker Polkam mencegah potensi konflik yang digelar Pemkab Luwu, Selasa(2/8).
Wabup Luwu Amru Saher dan Pabung Kodim 1403 Palopo Mayor Inf Martinus Pagassing turut hadir.
Menurut Kapolres kejadian di Tanjung Balai kita jadikan sebagai momentum saling menghargai satu sama lain.
”Membangun partnership building dalam bingkai saling menjaga agar tidak ada konflik, saya percaya di tanah Luwu ini tidak terjadi seperti di sana,”jelasnya.
Ada lima hal yang tercantum pada UU nomor 7 tahun 2015 yang bisa memicu konflik yakni masalah politik dan sosial, sara, batas wilayah dan sumber SDA, serta masalah ras. Melakukan pencegahan dari masalah yang berpotensi konflik jauh lebih baik daripada menghentikan konflik.
Sementara Dandim 1403 Sawerigading, diwakili Perwira Penghubung (Pabung) Mayor Infantri Martinus Pagassing, menuturkan pihaknya sudah membuktikan di dunia luar, saat malam lebaran saja di Walenrang yang diklaim sebagai zona merah terbukti justru aman dan terkendali
Wabup Amru Saher mengatakan kegiatan ini, merupakan jaminan hak asasi itu masyarakat dari sisi rasa aman sekaligus bagaimana warga harus bersinergi untuk menjaga keamanan secara bersama. Dengan duduk bersama berarti berdamai
(wan/C)
Kapolres Cegah Potensi Konflik
×

