GOWA, BKM — Kasus dugaan manipulasi nilai hasil ujian murid di sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Gowa memasuki babak baru.
Sebelumnya, kasus ini berdampak pada pencopotan belasan kepala sekolah (kepsek) dan satu orang Kepala UPTD Kecamatan Somba Opu.
Setelah para kepsek nonjob tersebut membeberkan adanya keterlibatan seorang staf di Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Olahraga Pemuda (Dikorda) Kabupaten Gowa, kali ini giliran staf yang angkat bicara.
Staf Dikdas yang awalnya disebut-sebut sebagai pelaku manipulasi nilai tersebut, menyangkal dan malah membeberkan siapa sebenarnya biang manipulator nilai hasil ujian sejumlah murid SD yang terjadi.
Ninik Setyorini, staf Dikdas yang juga ditugasi menangani penyimpanan hasil-hasil ujian murid SD tersebut, mengaku bahwa dalang dari aksi manipulasi dilakukan oleh Sitti Rohani, Kasi Managemen Bidang Dikdas Dikorda Gowa, yang tak lain adalah atasanya sendiri.
“Beliaulah (Sitti Rohani) yang membawa kepala sekolah ke Diknas provinsi untuk melakukan perubahan nilai itu. Jadi saya sebenarnya tidak tahu menahu soal perubahan nilai serta adanya uang pungutan seperti yang ditudingkan para kepala sekolah kepada saya selama ini. Saya harus membuka kebenaran ini setelah saya merasa dipojokkan dan seakan-akan dijadikan sasaran,” beber Ninik kepada sejumlah media cetak dan elektronik di Mario Kafe Sungguminasa, Selasa (2/8).
Ninik mengaku jika masalah tersebut sudah ia laporkan ke pihak Inspekrorat dan Wabup Gowa, H Abd Rauf Malaganni selaku Plt Kadis Dikorda Gowa.
Dituturkan Ninik, sebelum Rohani ke Dinas Pendidikan Provinsi, atasannya itu memang sempat memaksa dirinya untuk menyerahkan nilai asli hasil ujian SD yang selama ini menjadi kewenangannya untuk disimpan.
“Sebagai staf di Seksi Managemen, saya sempat mengatakan kepada ibu Rohani untuk mengurungkan niatnya ke provinsi guna mengubah nilai tersebut karena memang secara nasional aturannya dilarang mengubah ataupun merevisi nilai ujian siswa. Tapi peringatan dan larangan saya tersebut tidak dihiraukan dan beliau tetap ke Diknas Provinsi bersama rombongannya. Waktu itu saya melihatnya ibu Rohani berangkat disertai dua kepala sekolah maisng-masing Kepala SDN Bontokamase, Husain dan istrinya Husain yang juga merupakan pelaksana tugas Kepala SD Pa’bangngiang. Itu yang saya lihat. Sepulang dari provinsi ibu Rohani lalu memberikan kepada saya kutipan nilai yang sudah diubah pihak di provinsi. Dan kutipan nilai hasil ubah itu sudah saya perlihatkan Inspektorat dan kini berada dalam tangan Inspektorat,” terang Ninik.
Diakui Ninik, bahwa kutipan hasil perubahan nilai ujian yang dibawa Rohani diserahkan kepadanya pada tanggal 25 Juni.
“Ibu Rohani sebagai atasan saya yang memerintahkan saya untuk menyerahkan nilai ujian murid SD kepada kepala SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3 dan SMPN 4 Sungguminasa untuk difotocopy yang menurut alasannya untuk dicocokkan dengan nilai murid pendaftar yang masuk. Saya sempat menolak untuk menyerahkannya namun bu Rohani memaksa saya,” ungkap Ninik lagi.
Sebelumnya, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan telah mencopot sejumlah kepala sekolah SD termasuk Kepala UPTD Dikorda Kecamatan Somba Opu, Hasbi Lambe. Para kepsek tersebut yakni Hamidah Kaiyum Kepala SDN Mangasa 1,
Manpaluthi Kepala SD Inpres Paggentungan Selatan, Husain Kepala SDN Bonto Kamase, Iskandar Kepala SDN Pao-pao, Hj Haeriah Kepala SD Inpres Bonto-bontoa, Nurliah Samad Kepala SDN Bakung, Marlina Kepala SDI Pandang-pandang, Burhanuddin Kepala SDN Sungguminasa 5, Nurindah Kepala SDN Sungguminasa 2 dan Plt Kepala SDN Pa’bangngiang.
Sementara itu, Hj Sitti Rohani yang dikonfirmasi kemarin via ponselnya terkait itu membantah jika dia ke provinsi dengan sejumlah kepsek.
“Saya kesana sendiri tanpa kepsek. Saya kesana untuk mericek nilai siswa karena memang ada nilai siswa yang kosong. Siapa tahu scannya tidak berfubgsi baik sehingga nilai siswa kosong. Saya hanya datang sendiri. Kalau ada kepsek yang ke provinsi mereka memang datang sendiri juga,” jelas Rohani.
Inspektur Inspektorat Gowa, Chaerul Natsir yang dikonfirmasi juga membenarkan jika Ninik sudah melakukan klarifikasi terkait masalah tersebut. Namun untuk kemungkinan pengembangannya baru hanya sampai dari pemeriksaan Ninik. “Untuk selanjutnya saya no coment, kita tunggu perintah pak bupati,” ucap singkat Chaerul. (sar/ril)
Staf Dikdas Beber Dalang Manipulasi Hasil Ujian
×

