MAMUJU, BKM — Jelang pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulbar, Partai Golkar sebagai salah satu partai yang dapat mengusung pasangan calon tanpa koalisi, melakukan rapat konsolidasi di Hotel D’Maleo. Rapat tersebut dipimpin Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulbar, Hamka B Kady. Rapat turut dihadiri Sekretaris Golkar Sulbar, Hamzah Hapati Hasan dan Ketua Harian Partai Golkar Sulbar, Muhyina Muin.
Usai rapat tersebut Hamka menyampaikan, saat ini para bakal calon (balon) gubernur maupun wakil gubernur (Wagub) masih dalam proses survei.
Rencananya, 3 Agustus 2016 akan diputuskan siapa balon gubernur ataupun Wagub yang akan mendapatkan rekomendasi DPP Partai Golkar. ”Saat ini masih dalam proses survei baik balon gubernur maupun Wagub. Dan nanti akan diputuskan setelah rapat terakhir penentuan balon yang akan diusung partai Golkar,” urai Hamka.
Terkait nama-nama yang dijaring partai Golkar melalui survei, Hamka menyebutkan, nama-nama tersebut adalah kader partai Golkar. Namun Hamka mengakui, ada kader Golkar yang saat ini juga akan ikut berkompetisi di pemilihan gubernur (Pilgub) pada Februari 2017 mendatang, tidak masuk usulan yang disurvei oleh partai Golkar, yakni Kalma Katta.
”Nama Kalma tidak masuk survei partai Golkar Sulbar,” timpal Hamka.
Untuk itu, kata Hamka, siapa pun kader Golkar harus menghormati keputusan kemana rekomendasi Golkar. Jika ada kader yang tidak mentaati hasil keputusan Golkar, sesuai AD/ART partai Golka, maka DPP akan memberikan sanksi kepada kader yang tidak taat atas putusan partai. Termasuk sanksi pemecatan. ”Siapa pun kader Golkar harus mentaati putusan partai. Jika tidak, maka sanksi akan diberikan. Termasuk sanksi tertinggi, yakni sanksi pemecatan,” pungkas Hamka. (ala/mir/c)
Tak Patuh, Kader Golkar Bakal Dipecat
×

