BARRU, BKM — Ratusan warga Desa Nepo didampingi aktivis Kibar menggelar demo di Gedung DPRD Barru Jumat (5/8). Aksi ini dipimpin Muhammad Toha dan berlangsung tegang. Dialog kedua pihak gagal karena warga dan mahasiswa meminta anggota dewan turun menemui mereka.
Namun dewan meminta pertemuan digelar di ruang sidang. Hingga usai shalat Jumat sempat terjadi saling dorong antara demonstran dengan polisi. Warga yang berusaha membakar ban bekas dihalang-halangi polisi.
Setelah berorasi selama satu jam, demonstran kemudian diterima di ruang rapat Gedung DPRD. Mereka diterima Ketua DPRD Hj Nurhudayah Aksa. Kesal dengan sikap demonstran, Nurhudaya beberapa kali memukul meja untuk menenangkan para pengunjuk rasa. Tapi bukanya tenang justru malah membuat suasana menjadi panas. Warga tidak peduli dan terus berteriak.
Korlap aksi Muhammad Toha meminta dewan tak membatasi dalam menyampaikan pendapat jika memang disepakati untuk berdialog. Beberapa anggota dewan sudah meninggalkan ruang sidang karena warga berteriak-teriak dalam ruangan sidang.
Demonstran yang memilih bertahan dalam ruangan dewan hingga usai shalat Jumat. Warga desa Nepo dalam aksinya sempat terjadi kericuhan karena warga berusaha membakar ban bekas dihalang-halangi pihak aparat. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan hingga warga kembali ke Mallusetasi.
Sebelum pulang para demonstran berusaha menutup jalan poros Barru-Pare-pare, dengan truk yang ditumpangi. Namun lagi-lagi aksi digagalkan aparat kepolisian. Warga menuntut khawatir sumber air dari irigasi dan air baku ini dibawa ke Garongkong. Padahal sumber air tersebut merupakan satu-satunya harapan untu mengairi areal persawahan mereka. (udi/C).
Demo Warga di DPRD Ricuh
×

