BARRU, BKM — Demo pengurus HMI Cabang Barru di Gedung DPRD Selasa (9/8) berlangsung ricuh. Pasalnya, ada diantara peserta aksi melempari pintu ruang rapat anggota dewan.
Massa HMI memprotes pengadaan mobil Terios dan penolakan APBD-P 2015. Demo di Gedung wakil rakyat merupakan yang ketiga dari tiga organisasi berbeda dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, aktivis KIBAR mendampingi ratusan petani dari Desa Nepo memprotes sarana irigasi dan air baku. Dihari berikutnya, sekitar 60 an mahasiswa dari gabungan pelajar pemuda dan mahasiswa Barru (Gappembar) menyegel ruang rapat kantor dewan.
Para aktivis Gappembar tidak sempat berdialog karena anggota dewan melakukan konsultasi di Makassar. Suasana memanas ini tidak hanya berlangsung diluar ruangan sidang. Saat diterima di ruang rapat dialog antara aktivis HMI dengan legislatif berujung gaduh.
Sebab rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Andi Wawo Mannojengi, diwarnai aksi saling interupsi antara kedua pihak. Dua dedengkot HMI yang memakai songkok hijau hitam tak berhenti mempertanyakan regulasi yang membenarkan pengadaan mobil Terios itu.
Bahkan Ketua DPRD Andi Nurhudayah Aksa beberapa kali memukul meja dengan suara gemetar, untuk meminta anggota HMI agar menghormati penjelasan para wakil rakyat. Mobil itu merupakan kendaraan operasional dan berstatus pinjam pakai dan pengadaan itu sudah sesuai regulasi.
Begitu pula dengan alasan penolakan terhadap APBD-P. “Kami tolak karena eksekutif lebih membelanjakan anggaran sebelum ada persetujuan dewan,” teriak Nurhudayah dengan nada emosional.
Usai melakukan dialog, para aktivis HMI kembali berteriak-teriak melontarkan kata-kata tidak puas. Beginilah kualitas anggota dewannya Barru.” Informasi ini akan kita sebarkan ke masyarakat Barru dan Sulsel bahwa dewan menikmati fasilitas kendaraan dan mengabaikan kepentingan rakyat,” ujar para aktivis sambil meninggalkan gedung dewan. (udi/C)
Massa HMI Protes Pengadaan Mobil
×

