BULAN Mei lalu, Husnul Khotimah dinobatkan sebagai Puteri Hijab Universitas Islam Makassar (UIM). Dia berhasil menyingkirkan 29 peserta lainnya dari berbagai fakultas.
Sebagai orang yang menimba ilmu di kampus yang terletak di Jalan Peristiwa Kemerdekaan itu, Husnul merasa lebih punya arti dalam mengisi waktu dengan kegiatan positif. Ada kebanggaan ketika dia dipercaya untuk menjadi ikon UIM.
Wanita berjilbab ini berada di garis terdepan dalam memberikan citra positif bagi kampusnya. Jika ada kegiatan kampus, misalnya dies natalis, seminar nasional, kunjungan menteri, dan lainnya, Husnul diberi tugas istimewa menyambut tamu-tamu khusus.
“Itu menjadi pengalaman luar biasa bagi saya. Bisa bertemu langsung dengan tokoh-tokoh penting,” ungkapnya.
Dia mengatakan, sebagai ikon kampus, dirinya diwajibkan menjaga nama baik UIM, berhati-hati dalam bertutur dan bertindak. Karena setelah menyandang gelar Putri Hijab UIM, segala tindak tanduknya jadi sorotan.
Dia juga kerap dipercaya mendampingi Rektor UIM dalam menghadiri berbagai kegiatan, menghadiri acara-acara kampus, dan terutama menjadi duta kampus UIM.
Wanita berparas manis yang tercatat sebagai mahasiswa UIM angkatan 2015, dan menimba ilmu di Fakultas MIPA Jurusan Farmasi ini punya keahlian di bidang seni. Salah satunya dalam hal merias wajah.
“Alhamdulillah, saya pernah meraih juara 2 lomba tata rias wajah,” ungkapnya.
Cewek yang hobi makan dan dengar lagu, saat ini fokus untuk menyelesaikan kuliahnya sambil terus memperkenalkan UIM ke masyarakat.
Dia membawa misi khusus dari pihak kampus, untuk memperkenalkan UIM sebagai kampus wurani. Selain itu, kewajibannya sebagai anak terhadap orang tua adalah fokus untuk menyelesaikan pendidikannya. (rhm/rus)
Jadi Ikon Kampus
×

