SIDRAP, BKM — Dihari momentum Agustus adalah hari berbahagia bagi seluruh Veteran Pejuang Bangsa Indonesia karena hasil perjuangannya Kemerdekaan RI tahun ini masih bisa dinikmati.
Namun tidak dengan para veteran di Kabupaten Sidrap. Sedikitnya 30 veteran perang yang pernah membela bangsa ini, masih hidup di bawah kesejahteraan.
Pasalnya, para pejuang itu hingga saat ini belum menerima Surat Keputusan (SK) tunjangan dari pemerintah pusat.
Berdasarkan data dari kantor Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sidrap, jumlah anggota veteran di Sidrap sekitar 414 orang, namun masih ada 30 anggota lainnya belum menerima tunjangan hingga saat ini.
“30 orang ini sudah didaftar pada 2002 lalu dan berkasnya telah kirim ke pusat, namun hingga saat ini belum diterbitkan SK pembayaran tunjangannya. Padahal para pejuang ini juga ingin menikmati namanya kemerdekaan seperti para pejuang pada umumnya,” kata Sekretaris LVRI Sidrap, Syam Yusuf Abidin disela-sela Anjangsana Pemda Sidrap, digedung Juang 45 Pangkajene Sidrap, Senin (15/8).
Syam mengatakan, jumlah total veteran sampai saat ini berjumlah 444 orang, termasuk janda dan duda. Namun yang menerima tunjangan sekitar 414 pejuang, dan 30 orang lainnya belum.
Pihaknya akan tetap memperjuangkan hak-hak mereka sebagai bagian dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kita tidak mau ada pejuang di Sidrap ini terlupakan oleh pemerintah. Makanya kami harapkan pemerintah betul-betul dapat memperhatikannya sebagai seorang pejuang kedaulatan bangsa yang dicintai ini,” ucapnya.
Menurutnya, rata-rata mereka hidupnya pas-pasan, bahkan tergolong miskin karena berada dalam golongan masyarakat menengah ke bawah. Hanya satu hingga dua orang saja hidupnya layak.
Sementara, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekkab Sidrap, Hamka Lokki mengatakan, sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah terhadap seluruh anggota veteran yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan RI, pemda Sidrap terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program menurunan angka kemiskinan dengan peningkatan perekonomian.
Para pejuang, katanya sangat perlu diperhatikan sebab atas nasib dan penderitaan yang mereka lakukan untuk memperjuangkan NKRI dengan mengusir seluruh penjajah di tanah air ini, dengan slogan semangat “Merdeka atau Mati”.
Pemerintah wajib mengapresiasi perjuangan para pahlawan dan diberikan penghargaan kepada mereka yang telah menyumbangkan tenaganya secara aktif atas dasar sukarela dalam ikatan kestuan bersenjata baik resmi maupun kelaskaran dalam memperjuangkan, membela dan mempertahankan kemerdekaan ini.
“Sebagai generasi penerus bangsa kita semua wajib untuk memberikan arti pengorbanan mereka. Dalam mengisi kemerdekaan harus mengorbankan pikiran dan tenaga untuk membangun bangsa ke ara yang lebih baik lagi,” tandasnya. (ady/C)
14 Tahun Veteran tak Nikmati Tunjangan
×

