MAKALE, BKM — Front Masyarakat Toraja Bersatu (FMTB) mendesak Pemkab untuk melanjutkan pembangunan Bandara Mengkendek yang kini terancam dihentikan. Rencana penghentian pembangunan karena tidak ada pos anggaran dari APBN 2016.
Massa FMTB, Senin (15/8) mendatangi Gedung DPRD dan kantor Bupati Tana Toraja. Mereka diterima Wakil Ketua DPRD Andareas Tadan didampingi Samel Pali Tandirerung, Kendek Rante, Kristian Lambe, Nataniel Retta, Yohanis Lintin Ambalinggi, Paulus Paonganan, Selmy Sattu dan Paris Allorerung.
Andareas Tadan, saat menerima FMTB menjelaskan harga mati bagi orang Toraja kehadiran Bandar Udara untuk menghidupkan pariwisata yang sempat redup. Menurutnya sejak Bandar udara Mengkendek dimulai pembangunannya pembebabasan lahan sudah menghabiskan anggaran APBD Kabupaten dan APBD Provinsi kurang lebih Rp 40 milyar.
Proyek tersebut kini telah menghabiskan anggaran hingga Rp 285 miliar. Wakil Bupati Victor Datuan Batara menyarankan isu penghentian pembangunan Bandara Mengkendek harsus disikapi dengan bijak. Meski tahun 2016 anggaran pembangunan dari APBN tidak ada tapi tahun 2017 kita berjuang kerahkan segala tenaga sehingga kehadiran Bandar udara herga mati bagi orang Toraja. (gus/D).
FMTB Desak Pembangunan Bandara Dilanjutkan
×

