MAKASSAR, BKM -– Kisruh ganti rugi lahan yang selama ini dituntut warga di Desa Malino Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, bakal mengganggu pergerakan jagoan Partai Demokrat, Suhardi Duka (SDK)-Kalma Katta untuk bertarung dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Sulbar, Februari 2017 mendatang.
Namun demikian, hal tersebut tidak akan terlalu berdampak signifikan jika mantan bupati Mamuju dua periode itu (SDK, red), mampu memanfaatkan kerja-kerja tim dan mampu meyakinkan warga mendukungnya pada perhelatan lima tahunan itu.
”Saya rasa efeknya tergolong kecil. Karena kebijakan bupati bisa dilanjutkan bupati penggantinya. SDK juga didukung full bupati saat ini. Pasti tahu bagaimana menyelesaikan masalah itu,” beber Direktur Indeks Politica Indonesia (IPI), Suwadi Idris Amir, kepada wartawan, kemarin.
Meski demikian, Suwadi tidak ingin berkomentar banyak dan tidak berani mencampuri, namun dari segi efek politik, dia menilai tidak terlalu mengganggu SDK, karena tidak ada indikasi korupsi. Cuma memang kandidat yang ingin maju harus menjaga diri mereka dari isu-isu kurang sedap. Misalnya isu korupsi dan lain-lain.
”Terkait masalah itu apakah berefek atau tidak ke SDK, itu sangat tergantung komunikasi politik SDK, dan kemampuan timnya menjaga segala isu yang merugikan. Tergantung bagaimana SDK membangun komunikasi ke pihak tersebut,” ungkapnya.
Saat ini, baru dua pasang figur yang sudah dipastikan bakal bertarung di Pilgub Sulbar yang akan digelar tahun depan. Keduanya adalah Ali Baal Masdar (ABM) menggandeng Enny Anggraeni Anwar dengan dukungan empat partai politik (Parpol) yakni, Nasdem, Gerindra, PKB, dan PPP. Sementara satu pasang lagi, yakni Suhardi Duka (SDK)-Kalma Katta dengan sokongan tiga parpol, Demokrat, Hanura, dan PKS.
Suwadi mengemukakan, kedua pasangan ini memiliki kekuatan tersendiri, SDK-Kalma didukung secara terbuka empat bupati. Sehingga pasangan ini cukup percaya diri (PD) untuk bertarung. Sedangkan ABM-Enny pun tidak kalah PD-nya, karena unggul dari segi geopolitik.
”Pasangan ini memiliki basis riil di daerah dengan jumlah pemilih sangat besar, yaitu Polman, selain itu dukungan gerbong Gubernur Sulbar, AAS juga mengarah ke paket ini karena pasangannya adalah istri Anwar,” bebernya.
Menurut Suwadi, berdasarkan hasil survei sementara, ABM-Enny sedikit lebih unggul dari SDK-Kalma. Namun belum berada pada zona aman. Artinya, masih sangat berpotensi dikejar atau dikalahkan jagoan Demokrat. Namun, dalam upaya SDK-Kalma mengejar dominasi ABM-Enny, mantan bupati Mamuju dua periode itu harus berhati-hati dan bekerja keras meraih simpati dan menggalang dukungan warga. Apalagi dengan adanya kisruh ganti rugi lahan di Kecamatan Tommo yang bisa saja mengganggu pergerakannya. (rif)
SDK-Kalma Bakal Terganjal Kisruh Ganti Rugi Lahan
×

