PASANGKAYU, BKM — Pengelolaan dana terpencil (Dacil) untuk sekolah-sekolah terpencil di Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang dinilai sejumlah pihak tidak objektif dan sarat kepentingan, dibantah Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Kadisdikpora) Matra, Yunus Alsam.
Ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Yunus Alsam menegaskan, kalau penilaian itu tidak benar. ”Tidak ada sepeser pun yang dipungut di dinas. Dan itu bisa ditanyakan langsung ke Kahar yang menangani hal tersebut,” tandasnya.
Yunur mengatakan, pernyataan Kepala Sekolah Satap Tosonde, Hafid, itu tidak benar. Ia bahkan balik menuding kalau Hafid tidak melaksanakan sebagian kegiatan. ”Kalau saya mau tuntut tidak boleh menerima tahun lalu, karena ada pelaksanaannya yang tidak benar,” ketusnya.
Yunus menegaskan tudingan tersebut tidak benar. Sama sekali tidak ada potongan ataupun komitmen terkait dana terpencil. Karena itu melalui dapodiknya biar bersyarat kalau operatornya tidak beres dan tidak meng-update datanya itu tidak akan bisa masuk. ”Jadi bisa saja tahun lalu dia dapat, tapi tahun ini tidak dapat. Sementara lebih banyak yang harus dapat tapi kuota kita terbatas. Jadi harus bergantian,” tandasnya. (ala/mir/c)
Kadisdikpora Matra Bantah Ada Komitmen
×

