pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

JCH Jeneponto Hanya Didampingi Satu Dokter

JENEPONTO, BKM — Sebanyak 274 orang Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Jeneponto yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 23, embarkasi Hasanuddin Makassar dijadwalkan berangkat dari Masjid Agung Belokallong Jeneponto menuju Asrama Haji Sudiang, Kamis (1/9) sekitar pukul 05.00 Wita.
Rencana keberangkatan 274 JCH ini disampaikan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto dalam acara Manasik Kesehatan Haji Terpadu yang digelar pihak Dinas Kesehatan Jeneponto di Gedung Sipitangarri, Bontosunggu, Senin (29/8).
Kepala Dinas Kesehatan, Syafruddin Nurdin dalam laporannya menyampaikan, manasik kesehatan digelar dalam rangka memberikan pemahaman kepada para JCH tentang hidup sehat selama proses haji berlangsung.
“Tujuan manasik kesehatan ini untuk memberikan pemahaman tentang apa saja dampak-dampak pemicu terjadinya penyakit selama di tanah suci Mekkah. Ini penting agar JCH kita tetap dalam kondisi sehat agar kusyuh menjalankan ibadahnya,” terang Syafruddin.
Syafruddin juga mengakui, selaam roses haji di tanah suci, 274 JCH ini hanya didampingi satu tenaga dokter, dibantu dua orang perawat
“Ada satu dokter dan dua perawat yang akan mendampingi JCH. Sementara jemaah yang masuk dalam kategori resiko tinggi (Resti) terhadap penyakit, berjumlah 22 orang, 78 orang lainnya dinyatakan kurang bugar dan 70 lainnya dinyatakan sehat atau bugar,” urainya.
Di tempat yang sama, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar yang sekaligus melepas para JCH menilai jumlah dokter pendamping sangat minim.
“Dari 274 orang jemaah, 60 orang dintaranya lansia dan sakit-sakitan. Jika melihat kondisi jemaah dengan jumlah dokter yang hanya satu orang, tentu sangat tidak idel,” ucap Iksan.
Bupati berharap, pada musim haji mendatang, jumlah dokter dan perawat pendamping JCH asal Jeneponto bertambah. Meski demikian, Iksan mengaku, banyak jemaah sebelum berangkat dalam kondisi lemah. Namun saat tiba di tanah suci, kondisi mereka malah membaik karena dipicu semangat spritual yang sangat tinggi.
“Biasanya begitu, sebelum berangkat banyak yang lemas dan dinyatakan sakit-sakitan. Tapi setelah sampai di tanah suci, kondisi mereka berbalik. Saat di tanah suci malah lebih agresif dan energik. Itulah keistimewaan tanah suci Mekkah Alharam,” ungkap Iksan.
Sementara itu, Kepala Kantor (Kakan) Kementrian Agama (Kemenag) Jeneponto, H Irfan Daming yang turut hadir dalam kegiatan ini mengatakan, 274 JCH asal Jeneponto yang akan berangkat adalah mereka yang pernah masuk daftar tunggu. Saat ini, kata dia, jumlah daftar tunggu haji di Jeneponto sudah mencapai 8.524 orang. Jumlah ini sangat besar jika dibandingkan dengan kuota Jeneponto setiap tahunnya, yakni 274 orang.
“Kalau melihat jumlah kuota dan daftar tunggu haji, berarti memerlukan waktu 31 tahun baru bisa berangkat semua,” tutup Irfan Daming. (*)



×


JCH Jeneponto Hanya Didampingi Satu Dokter

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar