PAREPARE, BKM — Kain etnik bugis dikenal dan dikagumi karena keunikan dalam tehnik proses, motif desain, filosofi, serta nilai sakral yang terkandung melalui tradisi dan pakaian adat etnis Indonesia.
Terdapat lebih 1.000 etnis Indonesia yang dalam kenyataan kekayaan seni kain yang berbasis budaya ini belum tersentuh pengembangannya.
Dalam pengembangannya, warisan kain nusantara ini dapat dikembangkan menjadi dua yaitu yang bersifat tradisional dengan mempertahankan makna filosofis yang bersifat tradisi adat etnis daerah yang patut dilestarikan dan dilindungi.
Ketua TP PKK Parepare, Erna Rasyid Taufan, yang juga sebagai Ketua Konunitas Pemakai Baju Bodo’ Indonesia dalam acara Pesona Kain Etnik Nusantara, bersama “Komunitas Wanita Berbaju Bodo” menampilkan busana daerah khas bugis.
Yang menurutnya saat ini bisa dipadukan dengan gaya moderen. Dari situlah, akhirnya dengan maksud mengangkat fesyen Indonesia baik busana konvensional maupun muslim ke dalam fesyen yang berbasis kepada etnik lokal.
“Tujuannya adalah agar fesyen Indonesia dapat terbentuk dengan basis karakter budaya lokal yang mengglobal. Dimana baju etnik bodo ini juga bisa dikombinasikan dengan gaya moderen,” ujarnya Ketua Komunitas Wanita Pemakai Baju Bodo’ ini, Kamis (01/9) di Gedung Smesco Jakarta melalui via Whatshap.
Rangkaian kegiatan fashion show dan juga pameran busana Pesona Etnik Indonesia ini merupakan kegiatan menyambut HUT ke 71 RI, yang dibuka oleh istri Menteri Koperasi dan UKM.
Acara ini diawali dengan fashion show busana tradisional dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, baju-baju etnik moderen karya desainer Kondang seperti Buyung, dan tentunya dari Kota Parepare Sulawesi Selatan yang dipimpin langsung oleh Erna Rasyid Taufan.
Pesona Etnik Nusantara juga menampilkan karya busana etnik dari perancang terkenal Indonesia seperti Cintami Atmanegara, Ida Leman dan lainnya. (smr/C)
Ketua TP PKK Pamerkan Baju Bugis
×

