SIDRAP, BKM — Hewan kurban mulai ramai di perjualbelikan, warga diumbau tak beli sapi kurban pemakan sampah. Transaksi pembelian hewan kurban, utamanya sapi semakin meningkat jelang Idul Adha. karenanya, warga diminta selektif dalam memilih hewan kurban.
“Demi kesehatan, ada baiknya warga membeli sapi yang dipelihara di lingkungan tempat pembuangan akhir (TPA), kesehatan sapi di TPA jauh lebih terjaga dibanding sapi-sapi yang dipelihara di sekitar lingkungan tempat sampah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sidrap, Andi Irwansyah, Minggu, (4/9).
Menurutnya, sapi pemakan sampah, umumnya banyak terkontaminasi penyakit, karena daging sapi mengandung logam berat. Juga, bisa berisiko terkena penyakit infeksi bakteri dan virus yang membahayakan bagi tubuh manusia.
Sementara Kepala Bidang Peternakan Sidrap, Sadalia menegaskan, pihaknya akan penjualan hewan kurban di Sidrap jelang Idul Adha.
“Mulai besok (Senin, 5 September), kami bersama tim kesehatan hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Sidrap akan turun melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban,” janji Sadalia.
Jelang Idul Adha, tahun ini, sambung Sadalia, kebutuhan daging, khususnya daging sapi oleh warga diperkirakan meningkat.
“Karena itu, kita akan coba menambah stok sapi. Jika tahun lalu kebutuhan sapi hanya 3000 ekor yang dipakai saat Idul Adha, maka tahun ini akan disiapkan menjadi 3500 ekor sapi,” papar Sadalia. (ady/C).
Waspadai Sapi Pemakan Sampah
×

