MAKASSAR, BKM — Narapidana atau warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar, Senin (12/9) ramai dikunjungi tamu yang merupakan sanak keluarga mereka.
Para anggota keluarga yang berkunjung ingin menikmati kebersamaan hari raya Idul Adha 1437 Hijriah bersama anggota keluarga mereka yang ditahan di tempat tersebut.
Tamu yang datang tidak hanya dari dalam Kota Makassar tetapi juga ada yang sengaja datang dari kabupaten/kota lainnya.
Pantauan BKM kemarin, suasana di dalam Lapas terlihat penuh haru dengan kedatangan tamu merupakan keluarga para narapidana. Diantara mereka ada yang menangis dan tertawa.
Salah seorang narapidana bernama Andi berharap agar setiap hari raya pihak Lapas bisa memberikan waktu lebih banyak bagi keluarga. “Agar momen hari raya juga bisa dinikmati oleh para narapidana sebagaimana orang di luar Lapas,” kata narapidana tersebut.
Perasaan Andi juga dirasakan oleh 1.027 narapidana yang kedatangan sanak keluarga dan saudara. Suasana lapas yang biasanya terlihat sepi, kini terlihat ramai dipadati oleh para pengunjung.
Sementara itu, pada perayaan hari raya ini, pihak Lapas kelas I Makassar ikut serta merayakan lebaran Idul Adha bersama para narapidana. Sebanyak enam ekor sapi yang disembelih untuk dinikmati narapidana yang merupakan warga binaan. Tak hanya itu saja, daging sapi yang telah disembelih tersebut juga dibagi-bagikan kepada warga kurang mampu, serta anak yatim piatu.
Kepala Lembaga Pemsyarakatan (LP) Klas 1 Makassar, Marasidin Siregar mengatakan, momen hari raya Idul Adha kali ini, tidak ada pemberian remisi bagi narapidana, melainkan momen hari raya kali ini pihaknya memberikan toleransi bagi keluarga serta kerabat warga binaan untuk bisa merayakan Idul Adha di dalam Lapas bersama keluarganya.
“Tidak ada pemberian remisi, kecuali lebaran Idul Fitri dan hari Kemerdekaan RI baru ada remisi kita berikan bagi narapidana,” ujar Marasidin, kemarin.
Marasidin mengungkap, bahwa pihaknya memberikan toleransi jadwal kunjungan dalam momen hari raya kali ini. Jadwal kunjungan yang biasanya dibatasi pada jam-jam tertentu, kini pihaknya memberikan kelonggaran untuk berkunjung mulai dari pagi hingga pukul 03.00 sore.
Walaupun diberikan kelonggaran jadwal kunjungan, namun pengawasan serta pengamanan di dalam Lapas tetap diawasi secara ketat. Marisidin menuturkan pihaknya tetap melakukan pemeriksaan secara ketat terhadap pengunjung yang ingin merayakan hari raya Idul Adha di dalam Lapas.
“Pemeriksaan justru semakin kita perketat, karena pengunjung yang datang untuk menjenguk agak lebih ramai dari hari biasanya. Kita periksa semua barang bawaan pengunjung, bahkan sampai melakukan check body,” tandasnya.
Marisidin menambahkan, perayaan Idul Adha kali ini juga dirayakan bersama oleh para pegawai Lapas dan para narapidana, agar mereka juga bisa merasakan suasana lebaran walaupun hanya dari balik jeruji besi.
Selain itu juga kata dia, perayaan Idul Adha kali ini juga, tujuan utamanya adalah untuk mempererat hubungan silaturahim, antar pegawai Lapas dan warga binaan selama menjalani masa hukuman pidana. (mat)

