pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Syahrul: Cukup Memprihatinkan

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengaku kaget dan prihatin setelah mendengar adanya peristiwa penahanan bayi di RS Pertiwi. Karena itu, dia akan mencek kebenarannya.

“Hari gini masih ada yang ditahan-tahan seperti itu? Mudah-mudahan tidaklah,” ungkap Syahrul di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (22/9).
Dia melanjutkan, biasanya jika ditemukan persoalan seperti itu, berkaitan dengan soal administrasi. Sehingga harus dicari jalan keluar baik dan tidak merugikan kedua belah pihak.
Namun jika peristiwa tersebut betul terjadi, kata Syahrul, itu cukup memprihatinkan.
Dia menegaskan, sebagai rumah sakit pemerintah, kalau bisa membantu pasien, harus dibantu. “Buatlah rakyat tersenyum. Kok masih ada yang seperti itu. Nanti saya cek,” pungkasnya.
Menyikapi hal itu, Direktur RSIA Pertiwi, dr Nur Rakhmah langsung membantah dan mengklarifisikasi isu beredar terkait bayi yang ditahan akibat orang tuanya tidak mampu membayar biaya pengobatan rumah sakit.
Menurutnya, tidak benar jika bayi anak Irawaty disandera dan dimasukkan inkubator pihak rumah sakit karena alasan orang tuanya tak mampu membayar ongkos rumah sakit.
“Saya sudah konfirmasi ke dokter anak dan perawat yang tangani, ternyata bayi tersebut dimasukkan ke inkubator untuk mendapat perawatan karena sakit,” jelas wanita yang akrab disapa Emma tersebut. Dia melanjutkan, sang bayi demam sehingga perlu mendapat perawatan intensif. Makanya dimasukkan ke inkubator. Apalagi saat lahir berat badannya rendah. Sang bayi harus diinjeksi sama dokter. Jadi selama tiga hari memang harus berada di inkubator.
Terkait pelayanan perawat yang dinilai kurang akomodatif, dia mengatakan, sebenarnya perawatnya sudah melaksanakan tugas berdasarkan prosedur. Perawatnya bersikap seperti itu sebagai sikap protektif karena tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Mungkin memang caranya menyampaikan yang agak tegas sehingga dikira kasar padahal sebenarnya tidak,” kata dr Emma.
Dia melanjutkan, pihaknya sama sekali tak pernah mempersulit pasien yang datang untuk berobat atau melahirkan di Rumah Sakit Pertiwi. Termasuk Irawaty, sang ibu bayi. Ketika masuk rumah sakit, sang pasien mengaku menggunakan BPJS atau KIS. Namun sayang ternyata kartunya belum aktif sehingga diminta untuk mengurus kartunya terlebih dahulu.
Dia menegaskan, selama ini, Pertiwi melayani segala lapisan masyarakat yang datang. Malah, pihaknya selalu membuka diri baik bagi kalangan mampu maupun tidak.
Saat ini, pasien sudah pulang ke rumahnya setelah mendapat perawatan di Pertiwi selama beberapa hari.(rhm)



×


Syahrul: Cukup Memprihatinkan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar