MAKASSAR, BKM–Tahap pertama Tes Kesehatan bagai dua pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Burhanuddin Baharuddin-HM Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) dan Syamsari Kitta-H Ahmad Dg Se’re (SK-HD) telah dilalui. Kini KPU Takalar melakukan tes psikologi untuk Bur-Nojeng dan SK-HD. Keempatnya mendapat ratusan pertanyaan dan Multichoice di Grand Clarion Hotel, Makassar, Senin (26/9).
Kali ini dengan suasana yang berbeda dimana sebelumnya tes kesehatan dilakukan di PCC Rumahsakit Dr Wahidin yang berlangsung ketat dengan pengamanan, namun kali ini tampak lengang dan tidak ada pengamanan.
Begitupun dengan tes sehari sebelumnya dua paslon dalam tes ini tidak membawa massa. Hanya terlihat sejumlah anggota KPUD dan beberapa awak media yang sejak siang menunggu didepan pintu masuk tes.
Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin mengatakan dalam tes ini ada banyak pertanyaan yang harus dijawab begitupun dengan pertanyaan seperti multichoice yang menguji ketelitian, kecermatan dan konsisten dalam menjawabnya sebab ada banyak yang berulang. “Tes kali ini lebih banyak menguji daya pikir kita yang kemudian kita harus lebih konsisten karena pertanyaannya ada lebih 200 dan multichoice sebanyak 250 pertanyaan, nanti ada lagi tes wawancara,” bebernya, Senin (26/9).
Burhanuddin juga membeberkan ada diantaranya pertanyaan yang harus dijawab paslon yaitu menceritakan masalah lalu dan masa kini serta masa yang akan datang. “Kita ikuti saja semua aturan, kalau mau jadi bupati kan harus ikut aturan dan patuh aturan,”tambahnya.
Sedangkan cabup Syamsari Kitta menuturkan ada banyak pertanyaan yang diberikan, baik itu tulisan, gambar, pilihan dan gambaran kedepannya. “Ada sayuran pertanyaan diberikan, Insyaallah semua bisa dijawab, saya yakin baik tes kesehatan dan tes psikologi secara rohani dan jasmani saya bisa pimpin Takalar kedepannya,” singkatnya.
Komisioner KPU Bidang Teknis dan Penyelenggaraan, Attaharia Nas mengatakan pada tes kesehatan kemarin paslon telah melakukan tes urine, darah, dan rambut untuk memastikan paslon tidak mengkonsumsi narkoba, tes psikologi yang dilakukan hari ini adalah tahapan kedua dari pemeriksaan kesehatan jasmani yang dilakukan kemarin. “Tim dokter akan menyerahkan hasil pemeriksaan 28 September pada KPU, dan 24 Oktober diumumkan sekaligus penetapan paslon dan selanjutnya 25 Oktober pencabutan nomor urut,” katanya.
Attaharia menyatakan jika hasil pemeriksaan kesehatan dan terdeteksi salah satu calon tersebut memiliki penyakit, kata dia tidak dapat merubah keputusan penetapan paslon. Sebab pemeriksaan kesehatan ini hanya untuk mendeteksi calon mampu dan tidak mampu dengan kondisi kesehatannya.
“Kriteria kesehatan kurang berbeda-beda ada yang punya penyakit tetapi mereka mampu menjalankan kinerja pemerintahan selama 5 tahun tapi tidak merubah ketepatan KPU tetapi hanya memeriksa mampu dan tidak mampu,” ucapnya
Ditempat yang sama Penanggung jawab tes kesehatan aspek psikologi, Asniar Khumas mengatakan, seluruh calon kepala daerah akan dites langsung para psikolog dari Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) Pusat yang terbagi menjadi dua tahapan. Yaitu tes tertulis dan tes wawancara.
“Masing-masing nanti kita akan uji kemampuan intelegensi calon, mengukur bagaimana mengelola emosi, pengendalian diri, optimisme, kemampuan bekerja penuh tekanan serta bagaimna relasi beliau dengan komunitas, dan kemampuan menerjemahkan program pembangunan yang akan dijalankan,” tuturnya. (ita/rif)
Tes Psikologi, Tidak Menggagalkan Pencalonan
×

