JENEPONTO, BKM — Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar menyebut Rapat Panitia Festifal Anak Saleh Indonesia (FASI) ke-X tingkat Sulsel yang akan digelar di daerahnya pada 16 September 2016, adalah tolak ukur program Gammara yang canangkan pemerintahnya.
“Kita dipercaya menjadi tuan rumah di festifal ini, maka tentu bukan hal yang kebetulan dan menjadi tolok ukur untuk program Gerakan Bersama Menuju Turatea yang Ramah (Gammara),” cetus Iksan saat membuka rapat panitia FASI ke-X di Ruang Pola Kantor Bupapti, Kamis (29/9).
Iksan menambahkan, jika festival ini sukses, maka repotasi Jeneponto di mata daerah lain akan berubah tentang stigma masyarakatnya yang kasar dan tidak ramah.
“Kita harus tunjukkan bahwa presepsi itu salah. Biarkan mereka datang dan melihat keramahan masyarakat kita yang baik dan tidak tinggi darah,” imbuhnya.
Iksan berpesan, agar kompetisi ini dapat berjalan baik dan berusaha menjadikan kontingen Jeneponto keluar sebagai juara umum dengan cara-cara yang sprotiv.
“Prinsipnya, lebih baik berutang demi memuaskan perasaan hati tamu. Itulah budaya orang Turatea yang masih lestari sampai kini dan selamanya orang Jeneponto Gammara,” kunci Iksan. (krk-ril)
FASI Tolok Ukur Program Gammara
×

