BARRU, BKM — Hanya tulisan kata-kata status ‘Sundala’ di Facebook, akhirnya Nawir(16) siswa SMK Pelayaran Barru dikeroyok enam orang, Senin (27/9) di Bottoe, Kecamatan Tanete Rilau Barru.
Kini, Nawir masih terbaring lemas di Puskesmas Pekkae akibat menderita rasa sakit pada bagian punggung dan kepala. Para pelaku pengeroyokan menuding Nawir yang menuliskan status kata ‘penghinaan’.
Itu, sehingga tidak diterima oleh pelaku dan melakukan tindakan main keroyok. Nawir yang masih terbaring lemas di ruang perawatan Puskesmas memperkirakan jumlah orang yang mengeroyok 8 orang.
“Dia menuduh dan memaksa untuk mengakui bahwa saya yang menulis status dengan kata-kata ‘Anassundala’. Padahal tulisan itu bukan saya yang lakukan. Mereka pun baca diakun teman saya,” aku Nawir.
Kapolsek Tanete Rilau AKP Andre Bachtiar Winanomo yang dihubungi membenarkan peristiwa ini. Pihak Polsek sudah memintai keterangan kepada enam orang anak dibawah umur yang diduga melakukan pengeroyokan kepada korban yang tidak lain keluarganya sendiri.
“Makanya upaya mediasi antara keluarga pelaku dengan korban masih terus diupayakan,” kata AKP Andre . Meski begitu kata Mantan Kanit Lantas Polsek Bungoro ini menjelaskan jika kasus ini melibatkan anak dibawah umur.
“Sehingga proses penyelidikan selanjutnya diserahkan ke Unit PPA Reskrim Polres Barru,” tandasnya (udi/C)
Gegara Status, Siswa SMK Dikeroyok
×

