PAREPARE, BKM–Menjelang Pemilihan Walikota (Pilwali) Parepare, dan Pemilihan bupati (Pilbup) di Kabupaten Pinrang, Sidrap dan Enrekang 2018, sejumlah bakal calon (Balon) bupati dan wakil bupati terus mengatur strategi guna memenangkan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Para balon bupati dan wakil bupati semakin intens memasang alat sosialisasi berupa baliho, baik ukuran besan hingga ukuran kecil. Tak hanya itu, sosialisasi berupa gambar dan pesan-pesan, kalender serta stiker sudah ditempel hingga disejumlah warung kopi.
Sosialisasi tersebut dinilai telah menghabiskan biaya yang cukup besar, apalagi Pilwali dan Pilbup tahapannya baru dimulai pada Oktober hingga Novembr 2017 nanti.
Menurut, Haji Bahar, warga jalan Industri kecil Perumahan Bukit Indah Soreang, sosialisasi ini pintu masuk untuk melakukan politik uang. Haji Bahar mengakui jika politik uang itu lingkaran setan yang susah terungkap, sebab pemberi dan penerima itu meski sama sama akan terima sanksi hukum, namun sulit dibuktikan sebab mereka tidak akan mengakui apa yang diperbuat.”Ini pengalaman saya saat menjadi calon anggota legeslatif (caleg) dari partai Gerindra,”ujar pensiunan PT Pertamina ini, Jumat (17/2).
Sementara di Enrekang, balon bupati HM Amiruddin (AMR) sedang berjuang untuk merebut kursi 01 di Bumi Masserenpulu. AMR ingin menumbangkan petahana H Muslimin Bando (MB).
Hal tersbeut disampikan AMR di Rujab Bupati Enrekang, Jumat (17/2).
Menurutnya, sebuah keberhasilan itu hanya bisa dicapai melalui perjuangan dan karya kerjanyata,”Untuk mencapai sebuah keberhasilan, maka kita harus berjuang untuk menjadi 01 di Enrekang,”kata AMR kemarin.
Ia mengatakan, perjuanganya selama ini untuk menargetkan kursi 01 di Enrekang berjalan dengan baik tanpa menzalimi calon lain,”Perjuangan saya selama ini berjalan dengan baik tanpa ada
orang yang terzalimi,”ujar mantan Sekkab Enrekang ini. (mup-her/rif/d)
Pilwali Parepare Mulai Memanas
×

